Korban Meninggal Kecelakaan Bus di Magetan Jadi Dua Orang

Amaluddin    •    Selasa, 25 Sep 2018 20:32 WIB
kecelakaan lalu lintas
Korban Meninggal Kecelakaan Bus di Magetan Jadi Dua Orang
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Surabaya: Korban meninggal akibat bus rombongan pelajar di Magetan, Jawa Timur, bertambah satu orang. Korban yang dikabarkan baru meninggal bernama Agus Riyanto, 40, sopir bus.

"Jadi sampai saat ini total ada dua orang meninggal dunia akibat kecelakaan bus di Magetan," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, di Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 25 September 2018.

Baca; Bus Angkut Pelajar Terguling di Magetan, 1 Orang Tewas

Barung menjelaskan, sopir bus tersebut  mengalami luka benturan di dada dan mengalami pendarahan di perut, sehingga korban harus menjalani operasi karena sudah tidak mampu bertahan.

"Tapi saat mau dioperasi korban meninggal dunia, dan akan dibawa ke Jawa Tengah untuk dimakamkan," jelas Barung.

Hingga saat ini, lanjut Barung, ada tiga korban kecelakaan yang masih dirawat di RSUD Dr. Sayyidiman. Mereka yaitu Susilo petugas bus, Gianto dari biro travel, dan Joko yang merupakan guru SMK PGRI 1 Karanganyar Jawa Tengah.

"Ketiganya masih dirawat di RS karena mengalami luka robek di bagian tubuhnya," ungkap Barung.

Sebelumnya kecelakaan bus terjadi pada Selasa siang, 25 September 2018. Bus mengangkut guru dan pelajar SMK PGRI 1 Karanganyar, Jawa Tengah. Bus dalam perjalanan menuju Madiun, Jawa Timur.

Bus mengangkut sekitar 44 orang. Mereka terdiri dari 7 guru, 2 kru bus, 1 agen travel, dan sisanya pelajar. Mereka dalam perjalanan untuk studi banding ke sebuah perusahaan di Madiun.

Kecelakaan itu bermula saat bus rombongan pelajar bergerak dari barat arah Cemoro Sewu menuju ke timur arah Magetan. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), tepatnya di tikungan Mojosemi Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, bus menikung dan turun tak terkendali. Bus lalu masuk jurang

"Kami menduga kurang antisipasinya dalam menguasai medan dan kurang konsentrasinya sopir, hingga masuk jurang sedalam kurang lebih 10 meter," pungkas Barung.


(DEN)