Satu Keluarga di Pacitan Tertimbun Longsor

Antara    •    Sabtu, 08 Dec 2018 10:02 WIB
bencana longsorbencana banjir
Satu Keluarga di Pacitan Tertimbun Longsor
ilustrasi Medcom.id

Pacitan: Sebanyak empat orang yang masih satu keluarga di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dilaporkan tertimbun material longsor. Longsor terjadi pada Jumat malam 7 Desember.

Keempat warga satu keluarga yang dilaporkan hilang adalah Mesgiman dan
istrinya yang bernama Sogirah, Inem serta Bogiyem (mertua Mesgiman).
Mereka diketahui berada di dalam rumah saat tebing di belakang rumah mereka
tiba-tiba ambrol dan mengubur sebagian besar bangunan tempatnya tinggal.

Dandim 0801/Pacitan Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang menyebutkan upaya evakuasi sempat dilakukan, namun kondisi tanah dan material longsor yang masih labil memaksa warga dan tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, warga dan relawan untuk menghentikan pencarian sementara.

"Tim juga sudah mencoba masuk, tapi karena tanah masih labil dan terus bergerak, upaya evakuasi sementara dihentikan," kata Aristoteles.

Ia menyatakan, langkah mitigasi yang dilakukan tim penanggulangan bencana
harus tetap memperhatikan keselamatan regu penyelamat. "Dihentikan untuk meminimalkan korban serta keselamatan personel di lapangan. Nanti akan dilanjutkan apabila kondisi sudah aman," katanya.

Selain longsor yang terjadi di Desa Sidomulyo, tepatnya di RT 002 RW 002,
Dusun Jambu, banjir juga sempat melanda beberapa titik di wilayah
Kebonagung dan menutup akses jalan lintas selatan (JLS) f di wilayah
Kebonagung.

Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Pacitan juga menyebabkan bangunan rumah penduduk, fasilitas umum seperti puskesmas di Kebonagung ikut terendam banjir.

Beruntung para pasien puskesmas secepatnya dievakuasi dengan menggunakan ambulans menuju RSUD dr Darsono Pacitan. Ratusan warga juga telah mengungsi mencari tempat aman demi mengantisipasi kejadian banjir besar sebagaimana terakhir terjadi pada akhir November 2017.

Diperkirakan pada pukul 16.20 WIB air mulai masuk ke pemukiman warga di Desa Purwoasri, Desa Kayen, Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung.
Luapan air bah yang memicu banjir di sejumlah wilayah di Kecamatan
Kebonagung itu disebut warga berasal dari Sungai Jelok yang membelah
wilayah tersebut.

Salah satu sisi tanggul sungai dilaporkan jebol akibat besarnya debit air yang datang, sehingga akhirnya meluber ke pemukiman warga. 

Bupati Pacitan Indartato memastikan pihaknya, melalui dinas terkait akan melakukan pembenahan tanggul jebol di Sungai Jelok. "Kami bersama jajaran OPD terkait, khususnya BPBD sudah terjun ke lokasi guna membantu proses evakuasi warga yang terisolir banjir. Nanti kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk secepatnya membenahi tanggul yang jebol dari anak Sungai Grindullu ini," kata Indartato.

Kondisi hingga Sabtu pagi ini, banjir di kawasan Kebonagung dikabarkan sudah mulai surut. Di kawasan Purwoasri, Kebonagung, banjir sudah surut dan menyisakan kondisi jalan yang tertutup lumpur sepanjang 300 meter yang cukup licin dan membahayakan pengendara.  


(ALB)