Gempa Situbondo

Kerugian akibat Gempa Sumenep Belum Diketahui

Amaluddin, Rahmatullah    •    Senin, 15 Oct 2018 17:03 WIB
Gempa Situbondo
Kerugian akibat Gempa Sumenep Belum Diketahui
Warga memperbaiki rumah yang rusak di Sumenep akibat guncangan gempa, Senin, 15 Oktober 2018, sumber foto: istimewa

Sumenep: Kerugian material akibat guncangan gempa di Pulau Sapudi, Sumenep, Jawa Timur, belum diketahui. Namun diperkirakan, lebih 600 rumah rusak akibat guncangan yang terjadi pada Kamis, 11 Oktober 2018.

Kecamatan Gayam dan Nonggunong merupakan daerah paling terdampak gempa. Camatan Gayam, Mohammad Mansur, mengatakan lebih 600 rumah rusak di kecamatan tersebut. Namun, ia belum dapat memastikannya.

"Belum diketahui nilainya. Nanti akan ada tim menyurvei," ujar Mansur, Senin, 15 Oktober 2018.

Pendataan, lanjut Mansur, masih dilakukan. Sehingga perbaikan dapat segera dilakukan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Abd Rahman Riadi menjelaskan perbaikan rumah difasilitasi Pemprov Jatim. Perbaikan dilakukan pada semua tingkat kerusakan.

“Jadi untuk bantuan korban rumah rusak sudah langsung ditangani Pemprov. Kita menangani bidang logistiknya, korban luka dan meninggal dunia,” ujarnya.

Rahman menuturkan BPBD mendirikan 6 tenda di lokasi bencana. Dua tenda digunakan sebagai posko.

Sementara itu, Pemprov Jatim menyediakan anggaran Rp20 miliar untuk penanganan dampak gempa. Anggaran itu bukan hanya untuk Sumenep, tapi juga daerah lain yang terdampak.

Kepala Biro Humas dan Protokol, Aries Agung Paewai, mengatakan dana itu untuk memperbaiki hunian warga yang rusak. Selain itu, dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga selama masih berada di pengungsian.

Selain Sumenep, ujar Aries, uang itu digunakan untuk revitalisasi di Situbondo, Jember, dan Probolinggo. Dari empat kabupaten itu, sebanyak 504 rumah rusak akibat guncangan.

"Tapi kerusakan rumah terparah terjadi di dua kecamatan di Sumenep, yakni Gayam dan Nonggunung," katanya. 

Pemprov juga mengirimkan bantuan logistik seperti bahan pokok, selimut, air bersih, sandang, dan terpal. Menurut Aries, kebutuhan itu mendesak.

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,3 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Situbondo, Jatim dan Bali, pukul 01.57 WIB, Kamis, 11 Oktober 2018. Gempa terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Jatim, dengan kedalaman 12 Km.

Akibat terjadinya gempa tersebut, tiga orang meninggal dunia dan puluhan orang mengalami luka-luka. Selain korban jiwa, ratusan rumah rusak parah bahkan roboh. Daerah terparah di Kecamatan Gayam, Kabupaten Semenep, Madura.



(RRN)