Koruptor di Sumenep Gagal Mendapat Remisi Kemerdekaan

Rahmatullah    •    Kamis, 17 Aug 2017 17:25 WIB
remisi
Koruptor di Sumenep Gagal Mendapat Remisi Kemerdekaan
Penyerahan surat remisi kepada napi di Rutan Klas II B Sumenep – MTVN/ Rahmatullah

Metrotvnews.com, Sumenep: Tidak ada narapidana koruptor dalam 80 napi Rumah Tahanan Klas II B Sumenep, Jawa Timur, yang mendapatkan remisi hari kemerdekaan RI. Padahal, pengelola lapas telah mengajukan usulan remisi bagi para napi kasus korupsi.

“Koruptor juga diusulkan mendapatkan remisi. Tapi karena tidak memenuhi persyaratan JC (justice collaborator), akhirnya tidak ada yang dapat,” kata Kepala Rutan Klas II B Sumenep, Ketut Akbar Herry Achjar, tanpa menyebut jumlah koruptor yang diusulkan remisi, Kamis, 17 Agustus 2017.
 
Menurut Akbar, total napi yang diusulkan mendapatkan remisi kemerdekaan sebanyak 83 orang. Tapi yang diterima hanya 80 orang. Hannya saja tiga orang sisanya masih punya harapan mendapatkan remisi, karena mereka hanya kekurangan berkas.
 
Akbar merinci paling banyak jumlah remisi yang didapatkan adalah satu dan dua bulan. Hanya satu napi yang mendapatkan remisi enam bulan. Surat keterangan remisi diserahkan secara simbolik oleh Bupati Sumenep, A. Busyro Karim.
 
Selebihnya, kata Akbar, banyak kegiatan dilakukan agar penghuni rutan betah seperti membatik, membuat repilka ayam dari benang dan kertas, dan kerajinan tangan lain. Dengan kegiatan itu, Akbar yakin warga binaan tidak sempat berpikir untuk kabur, termasuk memasukkan narkoba ke rutan. Otak warga binaan sejak pagi hingga sore sudah disibukkan dengan kegiatan tersebut.
 
Terbaru yang dihasilkan penghuni rutan adalah menciptakan lagu. Saat ini sudah ada 6 lagu, dan 3 di antaranya sudah masuk rekaman.
 
“Lagu religi yang digarap teman-teman di sini. Dan salah satu yang mendapatkan remisi kemerdekaan ini merupakan pengaransemen lagu tersebut,” tandas Akbar.
 
Total penghuni rutan Sumenep sebanyak 222 orang. Sebanyak 132 berstatus napi, sementara 90 orang lainnya berstatus tahanan.
(SAN)