Bisnis Bawang Merah Hidroganik Menjanjikan

Aditya Mahatva Yodha    •    Senin, 04 Sep 2017 16:07 WIB
pertanian
Bisnis Bawang Merah Hidroganik Menjanjikan
Budidaya Bawang Hidroganik di Kanigoro Pagelaran Jawa Timur. MTVN/Adit

Metrotvnews.com, Malang: Inovasi terus dilakukan oleh petani di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Untuk memenuhi kebutuhan akan bawang merah di pasaran yang terus naik, keluarga Basiri, warga Desa Kanigoro,  Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, membudidaya bawang merah dengan cara hidroganik.

Hidroganik tak jauh berbeda dengan hidroponik, yaitu salah satu sistem dalam pertanian yang memanfaatkan lahan terbatas dengan media tanam berupa pipa atau polybag. Bedanya, tanaman hidroganik ditambah pupuk organik untuk pemeliharaan.

"Keunggulan menanam bawang merah dengan konsep hidroganik yaitu lebih efisien karena tidak membutuhkan lahan luas dan perawatannya lebih mudah," ujar Basiri kepada Metrotvnews.com di kediamannya di Jalan Kiai Mojo, Kanigoro, Pagelaran Kabupaten Malang, Senin 4 September 2017.

Basiri menambahkan, untuk pekerjaan budidaya bawang merah hidroganik ini cukup mudah. Yaitu hanya perlu mengairi akar bawang pada pipa tersebut pada pagi sampai sore hari, sementara kalau malam hari aliran air dimatikan.

"Airnya kita alirkan dari kolam, tapi kalau tidak ada kolam ya tandon air. Sekitar 10 jam untuk mengaliri tanaman bawang merah tersebut setiap harinya, sementara malam hari dimatikan," papar Basiri.



Jika dibandingkan dengan media konvensional tanah, hasil bawang merah hidroganik lebih banyak. "Dari 20 lubang tanaman hidroganik kita bisa menghasilkan 1 kilogram (kg) bawang merah, sementara untuk media tanam tanah biasa, butuh 40 lubang tanaman baru hasil 1 kg Bawang merah," ucap Basiri.

Modalnya pun bersahabat. Dia hanya merogoh kocek Rp1,5 juta untuk 150 media tanam. "Kita bisa menghemat tenaga, waktu, dan tentunya biaya pemeliharaan tanaman," pungkas Basiri.

Menurut data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pasar Kabupaten Malang, saat ini harga bawang merah jenis Bawang merah Bali harganya Rp10 ribu per Kg, sementara Bawang Merah Phillipines harganya Rp.16 ribu. Tentunya dengan budidaya secara Hidroganik lebih menjanjikan untuk hasil yang diperoleh. Bagaimana tertarik untuk mencoba di rumah anda?


(ALB)