Hari Pertama Sekolah, Nursilan Dapat Bimbingan Khusus

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 11 Aug 2017 12:26 WIB
kemiskinan
Hari Pertama Sekolah, Nursilan Dapat Bimbingan Khusus
Silan mendapatkan bimbingan khusus di hari pertamanya masuk SD di Sidoarjo, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Nursilan kembali duduk di bangku sekolah di SDN Bulang, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, Jawa Timur. Lantaran bertahun-tahun meninggalkan bangku sekolah, Nursilan harus mendapatkan bimbingan khusus.

Pukul 06.25 WIB, Jumat 11 Agustus 2017, Nursilan tiba di SDN Bulang. Ia mengenakan seragam Pramuka. Wajahnya ceria. Tampilannya rapi.

"Ini hari pertama saya sekolah. Saya senang banget," kata bocah usia 12 tahun disapa Silan itu sambil berjalan menuju kelasnya.

Sesekali ia menyapa teman-temannya. Ia berbincang dan bercanda dengan mereka.

Untuk anak berusia 12 tahun, seharusnya Silan duduk di bangku kelas VI. Namun, Silan hanya bersekolah satu tahun, sehingga ia harus kembali mengulang kelas. Silan tetap masuk di kelas 1 SD.

Silan tak belajar bersama murid-murid lain. Sebab ia harus mengulangi kembali pelajaran di kelas 1. Terutama, materi membaca, menulis, dan menghitung.

"Kami pakai metode berbeda dengan teman sekelasnya. Dia sengaja disendirikan di ruang kepala sekolah dengan metode bimbingan khusus," ungkap Kepala Sekolah SDN Bulang, Isbandiani.

Wali kelas semasa Silan dulu sekolah yang kembali menanganinya. Metodenya pun sederhana.

"Harapannya, dia bisa langsung menangkap atas apa yang diajarkan gurunya," kata Isbandiani.

Bila Silan berhasil melewati bimbingan ini, ia akan langsung naik kelas sesuai dengan pengetahuan dan kemampuannya. "Syukur-syukur nanti Silan bisa menyesuaikan. Sehingga memudahkan dia untuk mengejar ketertinggalan," tandasnya.

Sri Hayati, guru yang menangani Silan, mengatakan materi awal yaitu mengenalkan huruf pada Silan. Menurut Sri, Silan belum bisa membaca. Namun tulisannya bagus.

"Kita mulai nol lagi. Karena memang sudah lama enggak sekolah. Tapi tulisannya sudah bagus. Tinggal mereview lagi, terutama daya ingatnya untuk mengenal huruf," jelasnya.

Silan, demikian bocah itu disapa, hanya sempat mengenyam pendidikan di kelas 1 SD. Namun keterbatasan ekonomi membuatnya memupus keinginan untuk melanjutkan sekolah.

Baca: Ketika Pendidikan Terhalang Kemampuan Ekonomi

Pemberitaan di media tentang Silan pun sampai ke Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Kepala Bagian Kesejahteraan Kabupaten Sidoarjo, Hadi Mulyanto, ia pun meminta anak buahnya untuk memikirkan nasib Silan.

Baca: Nursilan Semringah Bisa Kembali Bersekolah dan Dapat Sepeda

Tak hanya kembali ke sekolah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sidoarjo juga memberikan bantuan uang Rp1 juta. Uang itu untuk membelikan sepeda buat Silan.


(RRN)