Gunung Semeru Kembali Dibuka untuk Umum

Kusbandono    •    Jumat, 30 Mar 2018 11:38 WIB
gunung berapierupsi gunung
Gunung Semeru Kembali Dibuka untuk Umum
Ilustrasi Gunung Semeru . ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Jember: Jalur pendakian Gunung Semeru yang sempat ditutup, kembali dibuka pada Rabu, 4 April 2018. Gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter itu sempat ditutup karena berada pada Level II (waspada).

Pembukaan jalur pendakian dibuka setelah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak yang dipimpin oleh Kepala Balai Besar TNBTS John Kennedie di kantor TNBTS Wilayah 2, di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

"Dari rapat koordinasi tersebut ada beberapa kesepakatan yang ditandatangani bersama oleh para pihak yang isinya sepakat untuk pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru pada 4 April 2018," kata Pelaksana Harian Kepala Bidang Wilayah 2 TNBTS Budi Mulyanto, di Kabupaten Lumajang, Saat dihubungi Medcom.id melalui selulernya Jumat, 30 Maret 2018.

Rapat koordinasi dihadiri Balai Besar TNBTS, Polres lumajang, Kodim 0821, BPBD Lumajang, Disparbud Lumajang, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur, Dinkes Lumajang, Forkopimka Senduro, Forkopimka Pasrujambe, kelompok pecinta alam (saver), para paguyuban pelaku jasa wisata, dan media berjalan lancar.

"Kami juga menyepakati bahwa batas aman pendakian di gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut direkomendasikan hanya sampai Kalimati, sehingga pendaki dilarang keras untuk mendaki hingga puncak Semeru (Mahameru)," tegas Budi.

Gunung Semeru dibuka untuk umum setelah dilakukan survei dan pembersihan jalur pendakian oleh petugas TNBTS dan berbagai pihak, sehingga jalur tersebut dinyatakan aman untuk didaki karena bersih dari pohon tumbang dan tanah longsor.

"Begitu pula juga sarana dan prasarana yang mendukung di sepanjang jalur pendakian mulai dari Ranu Pani hingga Kalimati, bahkan rambu-rambu sederhana petunjuk jalur pendakian untuk pendaki juga sudah ada," tambah Budi.

TNBTS juga membuat tanda batas (stringline) untuk membatasi antara daerah yang tidak boleh didirikan tenda dengan daerah "camping ground", kemudian penanda jalur arah Kalimati ke Arcopodo masih sama untuk menandai jalur rawan longsor dan tebing.

"Para pihak juga berkewajiban melakukan koordinasi dalam mewujudkan `zero accident` dan `zero waste` sesuai dengan kewenangannya masing-masing setelah jalur pendakian Gunung Semeru dibuka untuk umum," ujar Budi.

Seperti diketahui sebelumnya Gunung Semeru pada Level II (waspada), sehingga pendaki tidak boleh beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari Puncak Jonggring Saloko karena berbahaya sesuai dengan rekomendasi Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Kami mengimbau para pendaki memiliki kesadaran yang cukup tinggi untuk mematuhi rekomendasi TNBTS dalam melakukan pendakian ke Gunung Semeru dan menggunakan jalur resmi pendakian, agar tidak tersesat," terang Budi.

Jalur pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut ditutup pada 1 Januari 2018 karena cuaca buruk dan untuk pemulihan ekosistem secara alamiah di sepanjang jalur pendakian, serta dalam upaya menjaga dan memelihara keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, beserta ekosistemnya di kawasan TNBTS.


(ALB)