Bea Cukai Malang Gerebek Industri Rumahan Minuman Keras

Daviq Umar Al Faruq    •    Selasa, 25 Sep 2018 14:17 WIB
miras ilegal miras oplosan
Bea Cukai Malang Gerebek Industri Rumahan Minuman Keras
Industri rumahan minuman keras (miras) di Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang digrebek Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai (KPPBC TMC) Malang, Kamis, 20 September 2018 lalu. Medcom.id/ Daviq Umar Al Faruq.

Malang: Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai (KPPBC TMC) Malang menggerebek industri rumahan minuman keras (miras) di Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis, 20 September 2018 lalu.

Kepala KPPBC TMC, Rudy Hery Kurniawan mengatakan, penggerebekan berawal dari kecurigaan dan informasi warga sekitar terhadap aktifitas di dalam rumah tersebut.

"Petugas pada seksi intelijen dan penindakan merencanakan operasi dan sesuai rencana pada hari Kamis, petugas yang telah dibagi menjadi dua tim bergerak melakukan operasi secara bersamaan ke rumah target," kata Hery saat dikonfirmasi, Selasa, 25 September 2018.

Tepat pada pukul 12.30 WIB, petugas tiba di lokasi dan langsung melakukan pemeriksaan ke rumah terduga berinisial J dan rumah terduga berinisial P. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah minuman keras hasil racikan.

Barang bukti yang diamankan dari rumah J yakni miras jenis Trobas seberat 108 kilogram atau sekitar 108 liter serta peralatan dan bahan-bahan yang dipergunakan dalam memproduksi miras. Selain itu juga diamankan barang bukti yang tersegel yakni cairan fermentasi ketan sebanyak 3.520 liter.

Sedangkan, barang bukti yang diamankan dari rumah P yakni miras jenis Trobas seberat 105 kilogram atau sekitar 105 liter serta sampel fermentasi ketan sebanyak 2 ember dengan berat sekitar 5 kilogram. 

Selain itu juga diamankan barang bukti yang tersegel di belakang rumah P, yakni fermentasi ketan sebanyak 52 drum dan miras jenis Trobas sebanyak 2 ember plus 247 kilogram atau sekitar 247 liter 

"Petugas kemudian mengamankan seluruh barang bukti dengan membawa sebagian barang bukti ke kantor dan melakukan penyegelan terhadap sebagian barang bukti lainnya di lokasi," lanjut Rudy.

Bila terbukti bersalah, kedua terduga pelaku akan dijerat dengan pasal 54 jo 56 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai.

"Barang bukti, saksi dan terduga dibawa ke kantor untuk dimintai keterangan. Sampai saat ini, kasus sedang dalam penelitian lebih lanjut oleh Seksi Penyidikan dan Barang Hasil Penindakan," pungkas Rudy.


(DEN)