UNBK Salah Satu SMK di Malang Hanya Diikuti Delapan Siswa

Daviq Umar Al Faruq    •    Selasa, 03 Apr 2018 12:53 WIB
ujian nasional
UNBK Salah Satu SMK di Malang Hanya Diikuti Delapan Siswa
Siswa di SMK YP 17-2 Malang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari kedua, Selasa 3 April 2018. Foto: Medcom.id/DAVIQ UMAR AL FARUQ

Malang: Salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Malang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dengan cukup cepat. SMK Taruna Bhakti yang berlokasi di Jalan Kedawung Nomor 72, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur.

Menurut pantauan Medcom.id pada pelaksanaan UNBK hari kedua, Selasa 3 April 2018, hanya ada delapan siswa yang mengikuti ujian di SMK swasta tersebut. Seluruhnya, adalah siswa jurusan Akuntansi. Karena jumlah siswanya yang hanya sedikit, ujian hanya berlangsung satu sesi hingga pukul 09.30 WIB saja.

Kepala SMK Taruna Bhakti, Dita Safitri mengakui sekolahnya hanya ada sembilan siswa kelas XII. Namun salah satu siswanya mengundurkan diri untuk tidak mengikuti UNBK.

Siswa tersebut juga tidak mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) dan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) sebelumnya. "Mengundurkan diri karena alasan kerja. Jadi hanya delapan siswa saja yang ikut UNBK," katanya saat ditemui kantornya.

Dita mengaku sekolahnya telah memiliki komputer sejak tiga tahun yang lalu. Komputer tersebut merupakan hasil bantuan dari pemerintah.

(Baca: 1,48 Juta Siswa Ikut Ujian Nasional)

Selain komputer, pemerintah juga memberikan genset kepada sekolah tersebut

"Ada satu pengawas dari SMKN 1 Malang. Peladen (server) satu. Alhamdulillah lancar. Sekarang kami sudah bisa UNBK mandiri, enggak perlu menumpang di sekolah lain," bebernya.

Kejadian hampir serupa juga berlangsung di SMK YP 17-2 Malang. UNBK di sekolah tersebut hanya diikuti 26 siswa jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) serta jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran.

"Ujian kami buat dua sesi. Karena komputer kami hanya 20. Kalau server kami ada dua. Satu yang utama dan satu yang lain cadangan," kata Kepala SMK YP 17-2 Malang Slamet Riyanto.

Riyanto mengaku sekolahnya telah mengadakan UNBK mandiri sejak dua tahun yang lalu. Sebelumnya, sekolahannya menumpang ujian di SMK PGRI 2.

"Kami enggak punya genset jadi berharap banyak pada PLN. Karena urusan PLN dan Telkom adalah urusan pemerintah," pungkas dia.

Seluruh SMK di Kota Malang mengikuti UNBK. Total jumlahnya ada 55 SMK yang terdiri dari 13 SMK Negeri dan 42 SMK Swasta. Sedangkan, jumlah siswa SMK yang mengikuti UNBK yakni sebanyak 9.639 siswa.


 


(SUR)