Bupati Saiful Berangkat Umrah Khusus Doakan Keamanan Sidoarjo

Syaikhul Hadi    •    Kamis, 24 May 2018 19:36 WIB
Teror Bom di Surabaya
Bupati Saiful Berangkat Umrah Khusus Doakan Keamanan Sidoarjo
Bupati Saiful Ilah (tengah) bersama beberapa pejabat berangkat umrah khusus mendoakan keamanan dan kenyamanan Sidoarjo, dok istimewa

Sidoarjo: Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengajak beberapa pejabat Pemkab Sidoarjo, Jawa Timur, melaksanakan ibadah umrah ke Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi. Tujuannya, untuk mendoakan Sidoarjo dan warganya selalu aman serta semakin bertoleransi.

Saiful mengatakan ia dan rombongan berangkat sejak Selasa, 22 Mei 2018. Ia berangkat bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo Achmad Rofi'i, Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah Sidoarjo Joko Santoso, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sidoarjo Ari Suryono, mantan Sekda Kabupaten Sidoarjo Joko Sartono, dan Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sidoarjo Imam Sugiri.

"Kami beribadah dan berdoa untuk Sidoarjo, agar tak ada lagi diganggu teroris. Selain itu, kami berangkat juga sebagai introspeksi diri, evaluasi, dan muhasabah," kata Saiful dalam keterangan tertulisnya kepada Medcom.id, Kamis, 24 Mei 2018.

Saat ini, ujar Saiful, ia dan rombongan berada di Madinah. Mereka melakukan ibadah di bulan Ramadan sekaligus memanjatkan doa di Masjid Nabawi. Saiful juga berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW.

Besok, Jumat, 25 Mei 2018, Saiful dan rombongan bertolak menuju Mekkah. Rencananya, mereka kembali ke Tanah Air pada 30 Mei 2018.

"Pasti, kita doakan yang terbaik. Kita doakan semua untuk Sidoarjo maupun untuk Jawa Timur aman dari ancaman teroris," tambahnya.

Beberapa hari belakangan, teror bom menggemparkan wilayah Jawa Timur. Pada Minggu 13 Mei 2018, bom bunuh diri meledak di tiga gereja di Surabaya. Pelakunya merupakan satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan empat anak mereka.

Malamnya, ledakan terjadi di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo. Ledakan menewaskan seorang ibu bersama satu anaknya. Sedangkan si kepala keluarga dilumpuhkan polisi karena dianggap berbahaya. Setelah ledakan, si kepala keluarga memegang pemicu bahan peledak. Tiga anak di unit rusunawa itu selamat.

Keesokannya, Senin, 14 Mei 2018, sebuah bom meledak di gerbang masuk Mapolrestabes Surabaya. Lagi-lagi, pelaku peledakan merupakan satu keluarga. Ayah, ibu, dan dua anak mereka tewas. Sedangkan anak bungsu mereka, Ais, 8, selamat dari ledakan.

Polisi lantas melakukan penggerebekan dan penangkapan di beberapa lokasi di Jawa Timur. Satu di antaranya yaitu Budi Satrio merupakan warga asli Sidoarjo. Tepatnya, berasal dari Kecamatan Kota Sidoarjo.

Baca: Hanya Satu Terduga Teroris Berasal dari Sidoarjo

Budi disergap di rumahnya pada pertengahan Mei 2018. Polisi terpaksa melepaskan tembakan lantaran Budi melawan. Diduga, Budi berperan sebagai penampung dana jaringan teroris. Budi dan terduga teroris lain tergabung dengan jaringan Jemaah Ansharuth Daulah (JAD).



(RRN)