Polisi Gadungan Kenal Korban dari Sosial Media

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 30 Nov 2016 17:31 WIB
pencabulan
Polisi Gadungan Kenal Korban dari Sosial Media
Polres Sidoarjo gelar perkara kasus pemerkosaan, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Pria asal Lampung, Muhammad Haris, berurusan dengan polisi di Sidoarjo, Jawa Timur. Ia dibekuk lantaran mengaku sebagai seorang polisi dan memerkosa perempuan asal Jombang di Sidoarjo.

Minggu siang, 27 November, menjadi awal perkenalan Haris dengan seorang perempuan berusia 19 tahun asal Jombang. Mereka saling kenal melalui media sosial Facebook. Lalu mereka sepakat bertemu di Terminal Jombang.

Saat itu, Haris mengaku sebagai ajudan seorang perwira polisi bernama AKP Benny Cahyadi. Ia mengaku diminta AKP Benny untuk menjemput korban.

"Sebelumnya di Facebook, pelaku mengaku bernama AKP Benny. Tapi saat bertemu korban, dia mengaku sebagai ajudan," ungkap Kapolresta Sidoarjo AKBP Muhammad Anwar Nasir dalam gelar perkara kasus pemerkosaan di Mapolres Sidoarjo, Rabu (30/11/2016).

Lalu, pelaku mengajak korban ke Terminal Bungurasih. Keduanya pun mendatangi Mal Jembatan Merah Plasa (JMP) Surabaya. Keduanya berswafoto di kawasan pusat perbelanjaan itu.

Setelah itu, Haris mengajak korban ke rumah AKP Benny di Jalan Arteri Porong. Mereka menggunakan bus kota ke tempat tujuan.

"Saat itu waktu menunjukkan pukul 21.00 WIB," lanjut Anwar.

Setibanya di Porong, tersangka mengajak jorban ke arah barat. Mereka lalu mampir di sebuah bangunan kosong. 

Di bangunan itu, Haris mengajak korban berhubungan intim. Haris mengancam korban dengan menunjukkan sebuah senjata pada korban.

"Senjata itu merupakan korek api yang berbentuk pistol warna silver," ungkap Anwar.

Korban melawan. Namun Haris memukuli wajah dan perut korban. Kemudian pelaku melontarkan ancaman akan membunuh korban.

Korban tak bisa melawan. Haris kemudian melakukan tindakan bejatnya. Setelah itu ia meninggalkan korban di bangunan itu. Haris juga membawa dua handphone milik korban.

Setelah kejadian itu, korban mendatangi kantor Polsek Porong. Ia berjalan kaki ke kantor polisi yang jaraknya dekat dengan lokasi kejadian, sekitar 200 meter.

Kemudian korban melaporkan pengalaman pahitnya itu ke polisi. Beberapa polisi lalu memburu pelaku.

"Lalu Senin siang, polisi membekuk pelaku di sebuah warung kopi di Arteri Porong," ujar Anwar.

Penyidik kemudian membawa pelaku ke kantor Polsek Porong. Sementara korban dipulangkan ke Jombang setelah penyidik meminta keterangannya. 

Penyidik pun menyita sejumlah barang bukti yaitu dua handphone milik korba, satu handphone milik tersangka, pakaian korban dan pelaku, serta pistol mainan.

Kini, pelaku berada di sel Mapolres Sidoarjo. Haris disangkakan Pasal 285 dan 365 KUHP tentang pemerkosaan dan pencurian dengan kekerasan. Hukuman untuk pelaku maksimal 12 tahun penjara.


(RRN)