Tolak UMP, Besok Belasan Ribu Buruh 'Serbu' Gedung Grahadi

Amaluddin    •    Senin, 31 Oct 2016 19:30 WIB
upah
Tolak UMP, Besok Belasan Ribu Buruh 'Serbu' Gedung Grahadi
Aksi ribuan buruh di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, MTVN - Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Belasan ribu buruh berencana berunjuk rasa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa 1 November. Besok, aksi buruh untuk menolak penerapan upah minimum provinsi (UMP).

Yahman, Koordinator Serikat Buruh Bersatu Selatan wilayah perbatasan Gresik, Sidoarjo, dan Surabaya, mengatakan penerapan UMP bukan membuat kondisi membaik. Justru, buruh semakin tidak sejahtera.

"Lantaran itu kami akan berunjuk rasa besok," kata Yahman saat berunjuk rasa di depan Gedung Grahadi, Senin (31/10/2016).

Menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015, UMP disusun berdasarkan UMK terendah di sebuah provinsi dikalikan dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Di Jatim, UMK paling rendah yaitu Kabupaten Pacitan.

Bila mengacu pada PP Nomor 78 Tahun 2015, UMK tersebut dikalikan dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang menghasilkan kenaikan upah sebesar 8,25 persen. Dengan demikian, UMP 2017 berada di kisaran Rp1,5 juta.

Besaran upah tersebut bernilai jauh di bawah UMK di Ring I (Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan, dan Kabupaten Gresik). Pada 2016, UMK Surabaya yaitu Rp3.045.000.

Berikut daftar UMK di daerah Ring I di Jatim pada 2016:
Kabupaten Gresik Rp3.042.500, 
Kabupaten Sidoarjo Rp3.040.000, 
Kabupaten Pasuruan Rp3.037.500, 
Kabupaten Mojokerto Rp3.030.000.



(RRN)