Sekolah Gunakan Sisa Anggaran Buku untuk Membeli Mobil

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 14 Sep 2016 15:44 WIB
pendidikan
Sekolah Gunakan Sisa Anggaran Buku untuk Membeli Mobil
Sejumlah siswa di depan sebuah kelas di SMPN 5 Sidoarjo, MTVN - Syaikhul Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Orang tua siswa SMPN 5 Sidoarjo, Jawa Timur, mengakui pihak sekolah menarik uang pungutan untuk penyediaan buku sekolah. Lantaran ada sisa, sekolah kemudian menggunakan uang itu untuk membeli mobil Daihatsu Luxio senilai Rp172 juta.

Orang tua yang enggan menyebutkan namanya itu mengaku sekolah menyampaikan informasi pembelian mobil pada rapat di awal Agustus 2016. Ibu berinisial R itu mengatakan mendapat informasi itu langsung dari kepala sekolah.


(Mobil sekolah yang didapat dari dana pungutan orangtua siswa SMPN 5 Sidoarjo, MTVN - Hadi)

"Saat itu, kepala sekolah bilang: ibu-ibu ini ada sisa uang buku sekitar seratus sekian juta. Teman-teman meminta dibelikan mobil. Harusnya hari ini sudah datang. Karena warnanya tidak cocok, kemungkinan besok atau lusa mobilnya sudah datang," lanjut R kepada Metrotvnews.com di Sidoarjo, Rabu (14/9/2016). 

R mengaku wali murid tak tahu soal rencana itu. Sehingga para wali murid diam.

Di saat bersamaan, kepala sekolah pun menyampaikan membutuhkan 50 unit komputer. Alasannya, SMPN 5 Sidoarjo akan menggelar Ujian Nasional berbasis komputer pada 2017.

"Nilainya itu kurang lebih sekitar Rp400 jutaan. Setiap siswa dibebani sumbangan masing-masing Rp2,25 juta," ungkap R.

R mengatakan seorang guru keberatan dengan besaran tersebut. Guru itu mengusulkan besaran sumbangan hanya Rp1 juta. Tapi kepala sekolah menolak. Alasannya, kepala sekolah khawatir program itu tak berjalan karena terganjal anggaran.

"Kalau tidak, nanti waktu ujian, siswa bawa laptop dan taruh di sekolah karena harus diinstall," ujar ibu yang anaknya kini duduk di bangku kelas XII SMP itu.

Kepala SMPN 5 Sidoarjo, Achmad Lutfi, mengakui pembelian mobil. Menurutnya, mobil itu akan menunjang program Pembangunan Intensifikasi Belajar (PIB). Program itu juga mengadakan buku pengayaan untuk penunjang mutu siswa.

"Harganya Rp172 juta. Itu mobil sekolah, mobilnya anak-anak juga," ujar Lutfi.

Soal sumbangan pengadaan komputer, Lutfi mengakui itu bertujuan memperlancar pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017. Saat ini, kata Lutfi, sekolah baru memiliki satu ruang laboratorium komputer.

"Sesuai ketentuan dinas, tahun depan kita sudah melakukan UNBK. Makanya sebagai persiapan, salah satunya adalah pengadaan komputer. Sehingga kami minta sumbangan ke orang tua untuk merealisasikan itu," ujarnya. 

Namun Lutfi membantah besaran sumbangan Rp2,25 juta. Sebenarnya, ungkap Lutfi, besaran sumbangan didasarkan pada kemampuan masing-masing wali murid.

"Orang tua menulis sumbangan sesuai kemampuannya. Ada yang tiga ratus ribu, lima ratus ribu bahkan ada yang satu juga. Kami tidak memaksa kok," tegas Lutfi.

SMPN 5 Sidoarjo mendapat sorotan setelah seorang ibu mengeluhkan putrinya yang dikeluarkan dari sekolah setelah pingsan pada Agustus lalu. Ibu bernama Rodiana itu tak terima sebab anaknya hingga kini tak dapat bersekolah. Padahal, putrinya harus menghadapi UN tahun depan.

Baca: Usai Pingsan, Orangtua Mengeluh Putrinya Dikeluarkan dari Sekolah

Anggota DPRD Sidoarjo pun menyoroti masalah tersebut. Anggota Komisi D yang membidangi pendidikan, Bangun Winarso, akan segera memanggil Kepala SMPN 5 dan Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo mengkalrifikasi masalah itu.

"Kami akan mencarikan solusi. Yang penting anak ini harus kembali sekolah dulu," lanjut Bangun. 

Baca: DPRD bakal Panggil Sekolah yang Keluarkan Siswinya usai Pingsan
 


(RRN)