Kasus penjualan aset di Jatim

Hanura Siapkan Pengganti Wisnu Wardhana di Surabaya

Amaluddin    •    Kamis, 20 Oct 2016 18:56 WIB
dahlan iskan
Hanura Siapkan Pengganti Wisnu Wardhana di Surabaya
Wisnu Wardhana, politikus yang menjadi tersangka kasus penjualan aset PT PWU, Ant - M Risyal Hidayat

Metrotvnews.com, Surabaya: Wisnu Wardhana dinonaktifkan dari jabatan Ketua DPC Partai Hanura Surabaya, Jawa Timur. Kini, Wisnu menjalani proses hukum sebagai tersangka kasus pelepasan aset PT Panca Wira usaha (PWU).

Ketua DPD Partai Hanura Jatim Kelana Aprilianto mengatakan telah menyiapkan dua orang yang akan menjadi pelaksana teknis Ketua DPC Hanura Surabaya. Sehingga, organisasi partai tetap berjalan di Kota Pahlawan.

"Sesuai aturan memang harus ada pelaksana tugas, kami siapkan dua orang," kata Kelana di Surabaya, Kamis (20/10/2016).

Dua nama itu yakni Arie Hafizh dan I Wayan Dendra. Keduanya menduduki jabatan struktural di tubuh partai. Arie Hafiz sebagai Wakil Ketua DPD Hanura Jatim, sedangkan I Wayah Dendra menjabat Ketua DPD Hanura Kabupaten Sidoarjo.

Nantinya, DPD akan memilih salah satu dari dua calon Plt DPC Hanura Surabaya. Kemudian DPD merekomendasikan nama tersebut ke DPP Partai Hanura.

Menurut Kelana, penggantian tersebut sesuai dengan AD/ART partai Hanura. Hanura akan membahas pengajuan itu dalam Musyawarah Cabang.

Pada Senin, 17 Oktober 2016, Kejati Jatim menetapkan Wishnu Wardana sebagai tersangka dalam kasus PT Panca Wirausaha (PWU) BUMD milik Pemerintah Provinsi Jatim. Wishnu dianggap salah satu orang yang bertanggung jawab atas dugaan jual beli aset PT PWU pada 2002-2003. 

PT PWU memiliki 33 aset yang tersebar di Jatim. Dua aset yang tengah disidik Kejati berlokasi di Kediri dan Tulungagung. Di Kediri, aset berupa sebuah bangunan dijual dengan harga Rp17 miliar. 

Sementara di Tulungagung, aset yang dijual berupa lahan dengan harga Rp8 miliar. Penyidik menduga jual beli aset tak sesuai prosedur. Penyidik pun menemukan dugaan usaha memperkaya diri yang dilakukan Wisnu.

Hingga berita ini dimuat, proses pemeriksaan terkait kasus tersebut masih berlangsung. Salah satu saksi yang dimintai keterangan yaitu Dahlan Iskan. Sebab saat jual beli terjadi, Dahlan menjabat sebagai irektur PT PWU pada 2000-2010. 


(RRN)