Kawasan Selatan Jatim Bakal Diguyur Hujan Ekstrem

Amaluddin    •    Rabu, 16 Nov 2016 16:07 WIB
cuaca ekstrem
Kawasan Selatan Jatim Bakal Diguyur Hujan Ekstrem
Ilustrasi/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Surabaya: Hujan mulai mengguyur sebagian besar wilayah Jawa Timur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mengimbau masyarakat waspada terhadap bencana alam seperti banjir dan longsor yang rentan terjadi pada musim hujan ini.

"Penyebab utama hujan yang mengakibatkan bencana adalah La Nina. Jadi, masyarakat perlu mewaspadainya," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Achmad Robiul Fuad, dikonfirmasi, Rabu (16/11/2016).

Fuad mengatakan hujan turun di sebagian besar wilayah Jatim. Bahkan intensitas hujan berpotensi tinggi dengan curah hujan mencapai 151 hingga 500 milimeter. Menurutnya, curah hujan lebih banyak terjadi di kawasan selatan seperti Malang, Pacitan, Madiun, Nganjuk, dan Kertosono. Sementara hujan di pantai utara belum sebanyak bagian selatan.

Adapun beberapa daerah yang mengalami curah hujan rendah sekitar 151-200 mm, yakni Kabupaten Probolinggo, Ngawi, Tulungagung, Lumajang, Sidoarjo, Bojonegoro, Sampang, Pamekasan, Bangkalan, Malang, Banyuwangi, Bondowoso, Kabupaten Pasuruan. dan Kota Pasuruan. 

Sementara daerah dengan curah hujan sedang sekitar 201-300 mm, yakni Kabupaten Mojokerto, Magetan, Jember, Jombang, Kediri, Pacitan, Ponorogo, Kota Pasuruan, Gresik, Tuban, Surabaya, Lamongan, Sumenep, Situbondo. 

"Daerah-daerah ini rentan terjadi banjir sedang, sifatnya hanya genangan air, kecuali daerah Sampang," katanya.

Sedangkan daerah yang sebagian kecil dan sebagian besar dengan curah hujan tinggi sekitar 301-400 mm adalah Kabupaten Ponorogo, Malang, Nganjuk, Kota Batu, Kota Madiun. Dan daerah yang sebagian besar dan kecil dengan curah hujan sangat tinggi sekitar 401-500 mm adalah Kediri, Blitar, Malang, dan Lumajang.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi puting beliung dan banjir yang terjadi di musim peralihan dari kemarau ke hujan hingga akhir 2016. Menurut Fuad, peralihan musim biasanya dibarengi dengan angin puting beliung dan banjir. 

"Masyarakat harus mengantisipasi pohon tumbang, banjir, hingga longsor. Kami juga terus menyosialisasikan ke masyarakat," kata dia.



(UWA)