Tabrakan Kapal di Tuban

Nelayan Diminta Lapor SAR Bila Temukan Mayat

   •    Senin, 21 Nov 2016 12:02 WIB
kecelakaan kapal
Nelayan Diminta Lapor SAR Bila Temukan Mayat
Foto ilustrasi. (Ant/Sahrul Manda Tikupandang)

Metrotvnews.com, Bojonegoro: Pencarian 12 korban tabrakan perahu nelayan kapal berbendera Vietnam di Laut Jawa terus dilakukan. Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) memperluas pencarian awak perahu nelayan asal Juwana, Pati, Senin, 21 November.

"Pencarian diperluas dengan radius 20 mil dari lokasi kejadian tabrakan," kata Kepala Badan SAR Nasional Jawa Timur, Arifin, seperti dikutip Antara.

Baca: Gubernur Jateng bakal Kirim Tim Bantu Cari Korban Tabrakan Kapal

Menurut dia, pencarian dilakukan dengan memanfaatkan Kapal Negara (KN) 225 milik Basarnas dengan 17 personel. Kapal berangkat dari pelabuhan PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Tuban pagi tadi pukul 06.30 WIB.

Upaya pencarian juga melibatkan nelayan yang beroperasi di sekitar lokasi. Dia meminta nelayan melapor jika menemukan mayat. "Nelayan yang berada di sekitar lokasi sudah kami informasikan," ucapnya.

Tabrakan antara kapal nelayan KM Mulya Sejati dengan MV Thai Son 4 bendera Vietnam Gt 8216 aimo 9370587 terjadi pada Sabtu, 19 November.

KM Mulya berisi 27 nelayan. Dua belas di antaranya selamat. (Baca: 15 Korban Kecelakaan Kapal di Tuban belum Ditemukan)

Arifin memastikan jumlah ABK kapal nelayan asal Juwana, Pati yang menjadi korban sebanyak 15 orang. Tiga di antaranya sudah ditemukan sehari lalu.

Satu korban ditemukan di ruang mesin, sedangkan dua korban ditemukan di dalam kamar, sudah dalam keadaan meninggal. Mereka ditemukan setelah Tim SAR membalikkan kapal. Jasad korban disemayamkan di RS Dr. R.Koesma Tuban.

Sesuai ketentuan, kata Arifin, pencarian 12 korban akan dilakukan selama sepekan sejak peristiwa terjadi. "Pencarian bisa diperpanjang selama tiga hari kalau memang ada tanda-tanda kemungkinan ada korban yang mengambang," ucapnya menambahkan.


(SAN)