Pameran Buku Terbesar se-Asia Tenggara Didatangi 15 Ribu Pengunjung

Amaluddin    •    Selasa, 01 Nov 2016 18:17 WIB
pameran buku
Pameran Buku Terbesar se-Asia Tenggara Didatangi 15 Ribu Pengunjung
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf didampingi panitia penyelenggara pameran buku terbesar se- Asia Tenggara, MTVN - Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menutup pameran buku terbesar se-Asia Tenggara, The Big Bad Wolf Book Sale. Pameran buku digelar di JX International Expo, Surabaya, mulai 20 hingga 31 Oktober.

Big Bad Wolf Book Sale merupakan salah satu wujud dukungan kepada program pemerintah gerakan 15 menit membaca. Dengan banyaknya ketersediaan buku, diharapkan bisa memacu menumbuhkan minat baca masyarakat, khususnya di Jawa Timur.

"Alhamdulillah, antusias masyarakat yang datang ke pameran buku terbesar ini luar biasa. Bahkan informasi dari panitia, buku yang terjual lebih dari 60 persen," kata Gus Ipul, sapaan akrab Wakil Gubernur dalam acara penutupan pameran.

Pameran buku ini berlangsung selama 278 jam non-stop, 20-31 Oktober 2016. Tepatnya, pada 20 Oktober mulai pukul 09.00 WIB hingga 31 Oktober pukul 23.00 WIB, alias 24 jam penuh. Sedikitnya 2 juta buku dari beragam genre ditawarkan untuk masyarakat dengan potongan harga menarik, mulai 60 persen hingga 80 persen. 

Aantusiasme masyarakat terlihat mulai dari awal pembukaan acara. Setidaknya ribuan pengunjung terlihat sedang memilah-milah buku yang sedang mereka cari. Pengunjung datang dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, ibu rumah tangga dan masyarakat umum. Para pengunjung itu memborong dan keranjang belanjaannya pun penuh dengan buku yang berkualitas.

"Hingga jelang penutupan pameran buku ini, antusias masyarakat terus meningkat. Infonya tadi siang sudah lebih dari 15 ribu pengunjung," katanya.

Sementara itu, penyelenggara acara Uli Silalahi, mengatakan bahwa pameran ini diselenggarakan untuk mendukung ketersediaan buku berkualitas bagi masyarakat, sekaligus mendukung program pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa. "Kedepannya, kami berharap acara ini bisa kembali diselenggarakan di Jatim khususnya Surabaya," kata Uli.

Surabaya, kata Uli, merupakan kota kedua terbesar setelah Jakarta. Surabaya merupakan sentral Jatim, sehingga pameran ini diselenggarakan di Surabaya. "Menurut saya daerah di Jatim yang pas untuk pameran buku ini hanya Surabaya, kami sebelumnya sudah melakukan riset, dan Surabaya merupakan tempat yang tepat," tandasnya.


(RRN)