Peneliti: 110 Sumur di Kediri Tinggal Tunggu Waktu Ambles

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 15 May 2017 16:01 WIB
longsor
Peneliti: 110 Sumur di Kediri Tinggal Tunggu Waktu Ambles
Kondisi sumur ambles di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. (Metrotvnews.com/Amaluddin)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Tim ahli dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta mengungkap dugaan penyebab fenomena sumur ambles di kaki Gunung Kelud, tepatnya di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Hasil penelitian menyebutkan, tak hanya ambles, muka air tanah di sumur di kawasan tersebut juga mengalami kenaikan yang signifikan, dari lima hingga 20 meter.

Koordinator Magister Manajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta, Eko Teguh Paripurno, menjelaskan, amblesnya sumur warga terjadi dalam waktu cepat. Dalam sehari, Eko menyebut ada satu hingga lebih dari dua sumur ambles.

Baca: Kerugian Sumur Ambles di Kediri Capai Ratusan Juta

Ia menyebut ada kejanggalan dari fenomena itu, yakni sumur ambles hanya terjadi di satu sektor di desa di kaki Gunung Kelud sebelah barat laut.

Menurut Eko, amblesnya ratusan sumur itu akibat tidak kuatnya dinding sumur lantaran tidak disertai struktur penguat. Hal itu ditambah dengan struktur tanah di kawasan Desa Manggis yang terdiri dari pasir dan tanah liat. Akibatnya, ketangguhan dinding sumur bisa hilang.

Ditambah, dugaan mudahnya air meresap di dalam tanah tatkala terjadi hujan lokal di kawasan itu. "Atau kemungkinan dampak erupsi pada 2014 sehingga ketika hujan, air bisa mudah masuk ke dalam tanah," ujar Eko di Gedung Rektorat UPN Veteran Yogyakarta, Senin, 15 Mei 2017.

Penelitian dilakukan pada 3-8 Mei 2017, di Dusun Dorok, Nanas, Jambean, Manggis, dan Ringinbagus. Tim menemukan 140 sumur warga ambles. Selain itu, ada sebanyak 110 sumur warga yang terindikasi akan ambles.

"Sebanyak 110 sumur ini airnya sudah keruh, tinggal menunggu waktu untuk ambles. Sumur-sumur yang sudah ambles itu sudah seperti ada gejala yang muncul. Sumur yang sudah ambles juga airnya keruh," ujarnya.

Baca: Ratusan Sumur di Kediri Ambles

Kepala Pusat Studi Manajemen Bancana UPN Veteran Yogyakarta ini mengatakan fenomena ini belum pernah terjadi sebelumnya. Kendati demikian, warga diminta tidak perlu resah dan panik.

Eko menambahkan, yang perlu dilakukan warga  yakni menutup lubang-lubang sumur yang ambles itu. Itupun jika warga menghendaki dan mampu secara finansial. Di samping itu, warga bisa membuat sumur alternatif, seperti sumur pompa, dengan disertai lapisan pipa.

"Pembuatan sumur baru harus beradaptasi dengan kondisi struktur tanah. Lapisan dinding sumur baru harus dilapisi dengan batu bata atau beton agar kuat," ungkapnya.

Eko menyebut, tidak ada perubahan kualitas air di sumur ambles tersebut. Hanya saja, keruhan air perlu diendapkan sebelum digunakan.




(SAN)