Nyonya Meneer Keberatan Dinyatakan Pailit

Mustholih    •    Jumat, 11 Aug 2017 16:42 WIB
nyonya meneer
Nyonya Meneer Keberatan Dinyatakan Pailit
Kuasa Hukum Nyonya Meneer, La Ode Kudus, di PN Semarang, Jawa Tengah, MTVN - Mustholih

Metrotvnews.com, Semarang: Perusahaan jamu legendaris asal Semarang, PT Nyonya Meneer, resmi mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Tim kuasa hukum Nyonya Meneer mengajukan memori kasasi pada Kamis 10 Agustus 2017, ke Kepaniteraan pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang, sehari sebelum batas waktu kasasi yang diberikan Majelis Hakim berakhir.

"Nyonya Meneer resmi mengajukan kasasi tanggal 10 Agustus melalui Kepaniteraan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang. Mami mengajukan kasasi sekaligus memori. Karena deadline waktu delapan hari setelah putusan dibacakan Jumat kemarin," kata Kuasa Hukum Nyonya Meneer, La Ode Kudus, di PN Semarang, Jawa Tengah, 11 Agustus 2017.

La Ode menyatakan Nyonya Meneer sangat berkeberatan dengan pertimbangan dan putusan pemailitan dari Pengadilan Niaga Semarang.

"Majelis tidak melihat fakta sebenarnya," ujar La Ode menegaskan.

La Ode mengklaim Nyonya Meneer sebagai debitur telah berupaya melakukan kewajiban sesuai proposal perdamaian yang disepakati kreditur dan disahkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Niaga Semarang. Kesepakatan itu tercapai dalam sidang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Pengadilan Niaga Semarang pada 27 Mei 2015.

"Setelah pengesahan itu, Debitur (Nyonya Meneer) melakukan pembayaran kepada pemohon, kurang lebih Rp400 juta dari nilai hutang Rp7 miliar. Mulai pembayaran pada 8 Juli 2015 hingga sebanyak 14 kali sampai terakhir 22 juni 2017," ujar La Ode.

Menurut La Ode, Nyonya Meneer telah melakukan pembayaran sesuai kesepakatan kreditur. Kesepakatannya, Nyonya Meneer diberi waktu pelunasan hutang selama lima tahun sejak kesepatan diteken pada 27 Mei 2015. 

"Tidak boleh dimaknai harus mencicil setiap bulan. Kami memahami mencicil bisa tiga bulan atau empat bulan. Yang penting Nyonya Meneer melakukan kewajiban pelunasan selama lima tahun. Artinya setelah setelah lima tahun baru bisa dikatakan wan prestasi apabila tidak memenuhi kewajiban. Itu sudah jelas," tegas La Ode.

Pekan lalu, PN Semarang menyatakan PT Nyonya Meneer pailit. Putusan itu keluar setelah Majelis Hakim mengabulkan permohonan kreditur konkuren asal Turisari Kelurahan Palur Kabupaten Sukoharjo, Hendrianto Bambang Santoso, untuk membatalkan perjanjian damai atas pelunasan hutang Nyonya Meneer.

Majelis Hakim sudah memberi waktu bagi kreditur dan Nyonya Meneer untuk berdamai. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan kesepakatan damai tidak tercipta.



(RRN)