BPOM Jatim Minta Bareskrim Perjelas Maksud Obat-obatan Palsu

Amaluddin    •    Sabtu, 17 Sep 2016 06:21 WIB
obat palsu
BPOM Jatim Minta Bareskrim Perjelas Maksud Obat-obatan Palsu
Ilustrasi. (Foto: MI/Galih Pradipta).

Metrotvnews.com, Surabaya: Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) Jawa Timur mendesak tim gabungan Bareskrim dan BPOM Pusat menjelaskan detail obat-obatan palsu yang ditemukan di Kompleks Pergudangan Surya Balaraja, Balaraja, Banten. Sehingga, BPOM di daerah bisa mengetahui dan mudah untuk menindaklanjuti hal tersebut.

"Sampai saat ini kami belum tahu, obat-obatan di Balaraja itu apakah palsu, tanpa izin, atau seperti apa. Ini harus jelas sehingga kita di daerah mudah menindaklanjuti," kata Kepala BPOM Jatim, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa diberitakan Sabtu (17/9/2016).

Sebab, menurut Bagus, obat-obatan palsu, dan obat-obatan tanpa izin edar (TIE) berbeda. Misalnya, obat palsu adalah obat yang dipalsukan sehingga berbahaya jika dikonsumsi. Sementara obat-obatan yang tidak mengantongi izin, jelas ilegal.

"Sedangkan obat-obat hasil temuan tim Bareskrim itu menyebut obat-obatan palsu. Harusnya itu dijelaskan detail makna obat-obat palsu yang dimaksud seperti apa," harapnya.

Saat ini, kata Bagus, BPOM, bersama polisi dan Dinkes Jatim tengah menelusuri obat-obatan palsu di apotik dan toko obat di Jatim. Pihaknya mengaku belum menemukan obat-obatan palsu seperti temuan Bareskrim.

"Kalau temuan obat yang tidak mengantongi izin memang ada, dan itu pelanggarannnya berupa administratif. Tapi kalau obat-obatan palsu sampai saat ini kami belum menemukan di Jatim," katanya.

Sebelumnya, tim gabungan Bareskrim dan BPOM Pusat  menemukan lima gudang produksi dan distribusi besar obat ilegal di Kompleks Pergudangan Surya Balaraja pada 2 September. Tim menyita seisi gudang dan menyegel gudang itu.

Kepala BPOM Penny K. Lukito mengatakan mayoritas temuan adalah obat yang menimbulkan efek halusinasi. Tim juga menemukan obat tradisonal tanpa izin edar dan mengandung bahan kimia berbahaya dengan berbagai merek, yaitu Pae, African Black Ant, New Anrant, Gemuk Sehat, dan Nangen Zengzhangsu.

Dari lima gudang di Balaraja, tim gabungan menyita alat-alat produksi obat ilegal yakni mixer, mesin pencetak tablet, mesin penyalut, mesin stripping, dan mesin filling. Selain itu, tim menemukan bahan baku obat, bahan kemasan, obat jadi, dan obat tradisional siap edar bernilai lebih dari Rp30 miliar.


(HUS)