Banjir Sidoarjo, Legislator dan Pemkab Kompak Tuding Curah Hujan

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 11 Oct 2016 18:41 WIB
banjir
Banjir Sidoarjo, Legislator dan Pemkab Kompak Tuding Curah Hujan
Banjir yang terjadi di kawasan Desa Trosobo, Kecamatan Taman, Sidoarjo Jawa Timur. (Metrotvnews.com/Syaikhul Hadi)

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kabupaten Sidoarjo memanggil Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Pengairan, dan Cipta Karya terkait banjir yang melanda wilayah itu. Rapat di ruang Komisi C berlangsung tertutup, Selasa, 11 Oktober.

Menurut Ketua Komisi C, Achmad Amir Aslichin, dari hasil pertemuan dengan tiga instansi pemerintah tersebut, bahwa banjir yang melanda sebagian besar wilayah kabupaten Sidoarjo beberapa hari ini karena curah hujan yang tinggi. 

Baca: Banjir masih Merendam, Sidoarjo bakal Bangun Tiga Dam

"Setelah kita mendengar paparan mereka, jauh-jauh hari sebelumnya sudah dilakukan normalisasi dan pembersihan dibeberapa saluran. Tapi karena memang curah hujan yang tinggi sehingga banjir tak terelakkan lagi," ujar Amir Aslichin saat ditemui sejumlah awak media. 

Dalam pertemuannya kali ini, pihaknya lebih menekankan program prioritas antisipasi banjir di masa mendatang. Menurutnya, banjir yang terjadi di sejumlah kawasan dikarenakan adanya penyempitan saluran.

Salah satunya, yang terletak di kawasan Taman Sidoarjo. Saluran yang semula memiliki lebar 10 meter, saat melintasi Jalan nasional menyempit menjadi 5 meter, dan kemudian semakin menyempit lagi hingga 3 meter bahkan mendekati jalur kereta api Kemendung.

”Kita sudah sampaikan masalah penyempitan saluran ini ke Balai Jalan Nasional V dan juga PT KAI Daop 8 untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Sementara, banjir di wilayah Gedangan, Waru, maupun Sidoarjo kota, lebih banyak disebabkan penyumbatan saluran. Salah satunya sampah. Masih banyak dijumpai warga membuang sampah di saluran. Hal ini bisa memicu penyumbatan dan sedimentasi.

"Namun, normalisasi dan pembersihan saluran yang sudah dilakukan jauh hari, sudah ada kemajuan. Contohnya, Jalan Juanda yang biasanya selalu banjir saat hujan, pembuangan airnya sudah lancar," ungkapnya.

Untuk antisipasi jangka pendek, kata dia, pemerintah telah menyiagakan pompa-pompa di titik rawan banjir.


(SAN)