Bibit Samad Tak Ingin Ada Kades Dibui karena Dana Desa

Rahmatullah    •    Rabu, 13 Dec 2017 22:33 WIB
dana desa
Bibit Samad Tak Ingin Ada Kades Dibui karena Dana Desa
Ketua Satgas Dana Desa Bibit Samad Rianto. Foto: Medcom.id/Rahmatullah

Sumenep: Ketua Satgas Dana Desa Bibit Samad Rianto tidak ingin ada kepala desa (Kades) dipenjara karena keliru menggunakan Dana Desa (DD). Kades tak boleh jadi korban ketidaktahuan dalam mengelola anggaran.

"Makanya kita didik Kades agar tahu mengelola dana desa," terang Bibit usai mengisi pelatihan terpadu pengelolaan Dana Desa di Sumenep, Jawa Timur, Rabu 13 Desember 2017.

Tapi jika ada kades 'main-main' dalam penggunaan dana tersebut, Bibit menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum. Bila hal itu terjadi, Bibit menganggap Kades bersangkutan memang sengaja masuk penjara.

Dia berharap Kades yang sudah mengikuti pelatihan tersebut makin tahu cara mengelola DD dengan benar. Selain itu, pengelolaan DD juga diharapkan lebih transparan usai acara tersebut.

"Selama ini pelatihan semacam itu bersifat sektoral. Biasanya pendamping sendiri, Kades juga sendiri. Tapi untuk yang ini kita padukan. Ini satu percontohan yang masih perlu dievaluasi hasilnya kayak apa," imbuhnya.

Dalam pelatihan tersebut, lanjutnya, Kades diajari cara pembukuan atau laporan. Karena meski nanti menggunakan laporan online yang dikenal dengan sistem keuangan desa (Siskudes), dasar laporannya tetap mengacu pada buku catatan keuangan tersebut.

Sementara mengenai pengawasan, Bibit menyebut masyarakat juga bisa mengawasi realisasi anggaran tersebut, karena hal itu bukan hanya tugas Satgas Dana Desa. Selain itu, Lembaga Swadaya Masyarakat, KPK, Polisi dan Pemerintah Daerah juga disebut punya tanggung jawab sama untuk mengawasi.

"Satgas ini juga bertugas mendorong yang tidak berfungsi menjadi berfungsi," tandas Bibit.


(SUR)