Anton Ditahan, Tim Pemenangan Tetap Bergerak

Daviq Umar Al Faruq    •    Selasa, 27 Mar 2018 20:04 WIB
suap ketua dprd malangKorupsi APBD-P Malang
Anton Ditahan, Tim Pemenangan Tetap Bergerak
Wali Kota Malang Mochammad Anton. Foto: Medcom.id/ Juven Martua Sitompul

Malang: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wali Kota Malang nonaktif Moch Anton sebagai tersangka dalam kasus suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015. Meski begitu, tim pemenangan Anton pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Malang mengaku akan terus bergerak.

"Kami hormati proses hukum di KPK dan kami akan terus bergerak sampai titik darah penghabisan sebagai bentuk penghormatan kami kepada Abah Anton (panggilan akrab Anton)," kata Ketua Tim Kampanye Moch Anton-Syamsul Mahmud, Arief Wahyudi kepada awak media, Selasa 27 Maret 2018.

Untuk diketahui, Anton kembali maju pada Pilkada Kota Malang 2018 dan berpasangan dengan Syamsul Mahmud. Pasangan calon nomor urut dua ini didukung oleh koalisi PKB, Gerindra dan PKS.

Arief menambahkan pihaknya akan melakukan redesign dalam pergerakan dengan melakukan koordinasi dengan partai koalisi serta dengan Calon Wakil Wali Kota Malang, Syamsul Mahmud.

"Tentu hal tersebut jauh dari apa yang kami perkirakan," ujar Arief.

Baca: Wali Kota Malang Ditahan

Sebelumnya, Arief mengaku telah mendapatkan pesan dari Anton sebelum berangkat untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta. Pesan tersebut yakni agar tim pemenangan harus tetap tegar dan semangat saat berjuang apapun yang terjadi.

"Mewakili seluruh pendukung Moch Anton-Syamsul Mahmud, kami sangat prihatin atas ditahannya Abah Anton guna mengikuti proses pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK," ujar Arief.

KPK menahan Wali Kota Malang Mochammad Anton. Anton ditahan usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus dugaan korupsi suap pembahasan APBD Perubahan Pemerintah Kota Malang tahun anggaran 2015.
 
Anton yang mengenakan rompi tahanan KPK mengaku pasrah dan mengikuti proses hukum yang berjalan di Lembaga Antirasuah. "Ya kita ikuti saja," kata Anton di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 27 Maret 2018.
 
Anton bergeming saat awak media mengonfirmasi perihal kasus dan penahanannya. Termasuk saat disinggung nasib pencalonannya kembali sebagai wali kota Malang 2018-2023.

Selain Anton, penyidik KPK juga menahan enam anggota DPRD Kota Malang yang menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Mereka di antaranya, Ya'qud Ananda Gudban, Heri Pudji Utami, Abdul Rachman, Hery Subiantono, Rahayu Sugiarti, dan Sukarno. Keenamnya ditahan di Rutan KPK.



(ALB)