Antisipasi Virus Zika, Warga Jatim Diimbau Tak ke Singapura & Brazil

Amaluddin    •    Jumat, 02 Sep 2016 13:33 WIB
virus zika
Antisipasi Virus Zika, Warga Jatim Diimbau Tak ke Singapura & Brazil
Nyamuk jenis aedes aegepty yang disebut sebagai penyebar virus zika. AFP/Marcos Gorro.

Metrotvnews.com, Surabaya: Dinas Kesehatan Jawa Timur mengimbau masyarakat untuk tidak berkunjung ke Singapura dan Brazil. Di dua negara itu tengah merebak virus zika.

"Untuk sementara waktu sebaiknya warga Jatim tidak berkunjung ke sana, kecuali sangat mendesak," kata Kadinkes Jatim, Kohar Hari Santoso, Jumat (2/9/2016).

Menurut Kohar, Singapura sebagai negara tetangga dengan migrasi penduduk yang cukup tinggi sangat berpotensi membawa penularan zika ke Indonesia. Apalagi sampai 27 Agustus, secara resmi Pemerintah Singapura menyatakan ada 41 kasus zika. 

"Dari data yang ada sejak 2007 hingga 25 Agustus 2016, tercatat ada 57 negara, terutama di Amerika Tengah yang melaporkan adanya penularan virus zika," katanya. 

Brazil, kata Kohar, sebagai negara dengan kasus tertinggi, diperkirakan terdapat sekitar 1 juta orang yang terinfeksi virus itu pada 2015. Hingga saat ini, untuk negara Asia Tenggara, dilaporkan terdapat dua negara yang sudah terjangkit yaitu Singapura dan Thailand.

Virus zika pertama kali muncul pada 1950 dengan penularan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti yang membawa virus zika. Orang yang terkena virus tersebut biasanya akan menderita gejala demam, bintik merah, nyeri pada persendian dan otot, sakit kepala serta mata merah (konjungtivitis). Gejala ini biasanya muncul setelah 4-7 hari orang itu terinfeksi virus zika.

"Virus ini paling berbahaya jika menyerang ibu hamil dengan usia kandungan 0-8 minggu karena fase ini merupakan pertumbuhan janin dan bisa menyebabkan kelainan bawaan pada anak," ujar mantan Dirut RSU Dr Soedono Madiun ini.

Sementara itu, selain mengeluarkan imbauan untuk tidak bepergian ke Singapura, Dinas Kesehatan Jawa Timur juga telah menggerakkan tim pengendalian penyakit menular yang dimiliki dinas kesehatan baik provinsi maupun kabupaten/kota guna melakukan surveilans migrasi berupa pemantauan terhadap orang-orang yang datang dari negara yang terjangkit penularan virus zika.

Koordinasi juga telah dilakukan, di antaranya dengan meminta seluruh rumah sakit bersiap untuk merawat penderita zika. "Surat edaran kepada seluruh dinas kesehatan kabupaten/kota juga sudah kami buat sehingga bisa memberantas sarang nyamuk," kata Kohar.


(UWA)