Wajib Pajak Bolak-balik Cari Tahu soal Tax Amnesty

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 30 Sep 2016 14:08 WIB
pajak
Wajib Pajak Bolak-balik Cari Tahu soal <i>Tax Amnesty</i>
Suasana di KPP Sidoarjo di hari terakhir tax amnesty, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Pemerintah menggaungkan kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty sejak tiga bulan lalu. Namun, tak semua warga memahami apa itu tax amnesty.

Satu di antaranya Suratmi. Warga Wage, Sidoarjo, itu harus empat kali bolak-balik ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Sidoarjo Barat, Jawa Timur, untuk memahami tax amnesty.

Suratmi mengatakan penasaran dengan pemberitaan terkait tax amnesty. Ia pun mendatangi KPP Sidoarjo Barat.

"Awalnya saya pikir hanya bayar pajak. Misalnya pajak sepeda motor. Ternyata harus melaporkan harta kekayaan," kata perempuan yang bekerja di RS Haji Surabaya saat mendatangi KPP Sidoarjo, Jumat (30/9/2016).

Suratmi menyayangkan sosialisasi soal tax amnesty kurang menyentuh masyarakat. Hingga akhirnya, ia harus mendatangi KPP Sidoarjo sebanyak empat kali.

Suratmi mengaku ia mendatangi kantor pajak sejak empat hari lalu. Ia memulai kedatangannya dengan meminta keterangan pada petugas pajak terkait tax amnesty.

"Kemudian mengisi berkas, melakukan revisi. Hari ini terakhir menunggu antrean untuk menyerahkan berkas," ungkapnya.

Suratmi mengaku proses pelaporan cukup menyita waktu. Di sela-sela waktunya bekerja, perempuan berusia kurang lebih 35 tahun itu harus mendatangi kantor pajak kurang lebih 3 jam.

"Tak ada kendala hanya saja cukup memakan banyak waktu," kata Suratmi.

Hingga akhirnya hari ini, ia mendatangi KPP. Ia bermaksud menyerahkan berkas dan menunggu antrean.

Jumat 30 September merupakan hari terakhir periode pertama tax amnesty. Pemerintah menargetkan Rp165 triliun penerimaan pajak dari kebijakan tersebut.

Ditjen Pajak Kementerian Keuangan mewajibkan wajib pajak untuk mengikuti tax amnesty. Namun beberapa kelompok tak diwajibkan utnuk mengikuti kebijakan tersebut yaitu:
- Berpenghasilan di bawah Rp54 juta per tahun
- Penerima harta warisan yang memiliki penghasilan di bawah Rp54 juta per tahun
- Wajib pajak yang membetulkan surat pemberitahuan tahunan
- Wajib pajak yang hartanya sudah dilaporkan dalam SPT
- WNI yang tinggal di luar negeri lebih dari 183 hari setahun dan tak punya penghasilan dari Indonesia



(RRN)