BPBD Imbau Warga tak Beraktivitas di Pinggir Sungai Brantas

Nurul Hidayat    •    Rabu, 14 Sep 2016 11:21 WIB
korban tenggelam
BPBD Imbau Warga tak Beraktivitas di Pinggir Sungai Brantas
Warga menggunakan perahu untuk menyeberangi Sungai Brantas di Jombang, Ant - Syaiful Arif

Metrotvnews.com, Jombang: Tiga santri tewas terseret arus dan tenggelam di Sungai Brantas, tepatnya di Desa Pojokerejo, Jombang, Jawa Timur. Warga di sekitar Sungai Brantas pun diminta untuk tak beraktivitas di pinggir kali.

Baca: Cuci Daging Kurban, Tiga Santri Tenggelam di Sungai Brantas

Imbauan itu disampaikan Kepala Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, Nur Huda, Rabu 14 September. Nur Huda mengatakan akan melayangkan surat imbauan itu kepada pemerintah.

"Kalaupun harus terpaksa beraktivitas, perhatikan cuaca dan kondisi sungai," kata Nur Huda dihubungi melalui telepon seluler kepada Metrotvnews.com.

Nur Huda mengatakan banyak sungai yang melintasi Mojokerto. Sungai Brantas merupakan yang paling besar melintasi Jombang. Rata-rata lebar sungai yaitu 50 hingga 100 meter. Sungai Brantas juga sungai terpanjang kedua di Jawa Timur.

Selain itu, Jombang dilintasi Sungai Gunting, Sungai Konto, dan Sungai Afur. Namun, ungkap Nur Huda, kondisi Sungai Brantas sulit diprediksi. Permukaan sungai tampak tenang. Tapi, di bawah permukaan, arus sungai cukup deras.


(Salah satu bendungan di Sungai Brantas, Ant)

Sungai Brantas merupakan sungai terpanjang kedua di Jawa Timur. Sungai mengalir dari Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Jombang, hingga Mojokerto. 

Panjang sungai utama 320 Km mengalir melingkari sebuah gunung berapi yang masih aktif yaitu Gunung Kelud. Namun di Kabupaten Mojokerto, sungai bercabang menjadi Kali Mas mengalir menuju Surabaya dan Kali Porong ke Sidoarjo.

Bagi warga, mereka terbiasa mencuci daging dan jeroan di Sungai Brantas. Begitu pula dengan tiga santri yang mencuci jeroan hewan kurban di Sungai Brantas pada Senin 12 September.

Baca: Di Sungai Brantas, Warga Biasa Mencuci Daging dan Jeroan Hewan Kurban

Usai penyembelihan, ketiganya membawa satu gerobak berisi jeroan menuju pinggir sungai. Jeroan itu berasal dari dua sapi dan 12 ekor kambing. Rencananya, sebagian jeroan yang sudah bersih akan dibagikan kepada warga. Sebagian lagi, untuk dikonsumsi para santri.

Saat asyik mencuci, Burhan terpeleset. Dua temannya panik. Mereka berusaha membantu Burhan. Nahas, bukannya membantu, ketiganya malah terseret arus sungai. Mereka berusaha menyelematkan diri. Namun upaya itu gagal. Mereka tenggelam.

Warga yang mengetahui kejadian itu segera membantu dan melapor ke polisi. Warga beserta relawan mencari korban. Sehari setelah kejadian, relawan menemukan ketiganya dalam kondisi meninggal.


(RRN)