Ahmad Dhani Bisa Dijemput Paksa jika Bandel

Amaluddin    •    Jumat, 19 Oct 2018 15:39 WIB
ujaran kebencian
Ahmad Dhani Bisa Dijemput Paksa jika Bandel
Musisi Ahmad Dhani (tengah) didampingi Kivlan Zen dan penasihat hukum hadir dalam audiensi dengan pimpinan DPR pada Januari 2017. MI/Susanto

Surabaya: Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur telah melayangkan surat panggilan pemeriksaan Ahmad Dhani sebagai tersangka kasus ujaran kebencian pada Selasa, 23 Oktober 2018. Penyidik akan melayangkan pemanggilan kedua pada Rabu, 24 Oktober 2018, jika Dhani tak memenuhi panggilan pertama.

"Jika mangkir, kemungkinan dipanggil paksa," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, di Surabaya, Jumat, 19 Oktober 2018.

Pemanggilan disegerakan agar penyelesaian kasus ini tidak berlarut-larut. Apalagi Ahmad Dhani hanya satu kali memenuhi panggilan penyidik sejak dilaporkan dalam kasus ujaran kebencian itu.

"Sebelumnya pengacara yang bersangkutan meminta penundaan waktu, tetapi tidak dijelaskan kapan batasnya. Makanya untuk selanjutnya, kami telah menyiapkan dua alternatif panggilan pada pekan depan," ujarnya.

Baca: Ahmad Dhani Jadi Tersangka Ujaran Kebencian

Barung berharap pentolan grup band Dewa 19 asal Surabaya itu memenuhi panggilan pada pekan depan. Ini sesuai dengan wewenang yang dimiliki oleh penyidik sebagaimana diatur dalam UU.

"Kalau panggilan pertama sebagai tersangka tidak hadir, kemudian pemanggilan selanjutnya tidak hadir juga, maka hari itu akan dijemput paksa untuk dihadirkan," kata Barung.

Koalisi Pembela NKRI melaporkan Ahmad Dhani ke Polda Jatim. Mereka melaporkan Dhani yang membuat vlog saat tertahan di Hotel Majapahit, Surabaya, pada Minggu, 26 Agustus 2018. Saat itu, aksi demonstrasi berlangsung di depan hotel.

Aksi pedemo mengakibatkan Dhani batal menghadiri acara deklarasi gerakan  #2019GantiPresiden di Tugu Pahlawan Surabaya. Beberapa saat kemudian, vlog Dhani yang mengomentari peristiwa itu viral.

Dhani dinilai meluncurkan kata-kata yang menyinggung demonstran. Penyidik memeriksa Dhani dan beberapa saksi terkait vlog. Lalu pada Kamis, 18 Oktober 2018, penyidik menetapkan Dhani sebagai tersangka.

 


(SUR)