Petugas Masih Bersihkan Puing Bangunan di Sumenep

Amaluddin    •    Selasa, 16 Oct 2018 13:00 WIB
Gempa Situbondo
Petugas Masih Bersihkan Puing Bangunan di Sumenep
Ratusan petugas gabungan bersihkan puing-puing bangunan sebelum membangun rumah penduduk yang rusak pasca gempa bumi di Sumenep, Jawa Timur, Selasa, 16 Oktober 2018. (Istimewa, Dok: Pemprov Jatim).

Surabaya: Ratusan personel gabungan Polri dan TNI masih melakukan pemulihan pemukiman warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Saat ini, petugas juga masih membersihkan puing bangunan yang rusak pasca gempa.

"Setelah membersihkan puing-puing, baru kemudian akan dilakukan proses pembangunan rumah warga yang hancur terdampak gempa," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, di Surabaya, 16 Oktober 2018.

Frans menjelaskan, ada 383 petugas gabungan Polri, TNI, BPBD, Tagana, dan Dinas PU, yang saat ini yang membantu penanggulangan bencana di Sumenep.

Selain membersihkan puing bangunan, mereka juga membantu melanjutkan pendistribusian bantuan logistik ke korban gempa, kemudian membuat tandon air, membuat ponten atau toilet umum, dan menggelar pengobatan gratis.

"Selain itu, petugas di lapangan juga melakukan verifikasi jumlah kerugian materiel, korban jiwa, dan korban luka pasca gempa di beberapa kecamatan di Sumenep," jelas Frans. 

Hingga saat ini, kerugian materiel di Kecamatan Gayam dan Nung Gunong yang sudah diverifikasi sebanyak 691 unit rumah. Dari jumlah itu, sebanyak 395 rumah mengalami rusak ringan, 184 rumah rusak sedang, dan 112 rumah rusak berat.

Kemudian untuk fasilitas umum yang rusak, yaitu masjid dan musala, dua unit gedung Paud/TK, dan tiga unit sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Selanjutnya kerugian materiel di empat kecamatan lainnya di Sumenep, yaitu satu unit rumah mengalami rusak ringan di Kecamatan Kalianget, 17 unit rumah di Kecamatan Bluto, dua unit rumah di Kecamatan Lenteng, dan satu unit rumah di Kecamatan Batang-batang. Namun, kata Barung, kerugian materiil di empat kecamatan tersebut masih belum diverifikasi, dan saat ini masih proses verifikasi oleh petugas di lapangan.

"Sementara untuk kerugian personel atau korban akibat gempa yang sudah diverifikasi, yakni sebanyak tiga orang meninggal dunia, dan 37 orang mengalami luka-luka," jelas Frans.

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,3 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Situbondo, Jatim dan Bali, pukul 01.57 WIB, Kamis, 11 Oktober 2018. Gempa terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Jatim, dengan kedalaman 12 Km.

Akibat terjadinya gempa tersebut, tiga orang meninggal dunia dan puluhan orang mengalami luka-luka. Selain korban jiwa, ratusan rumah rusak parah bahkan roboh. Daerah terparah di Kecamatan Gayam, Kabupaten Semenep, Madura.


(DEN)