Soekarwo Minta Penjelasan Pemerintah soal Penutupan Pabrik Gula

Amaluddin    •    Rabu, 12 Oct 2016 16:08 WIB
gula
Soekarwo Minta Penjelasan Pemerintah soal Penutupan Pabrik Gula
Jokowi membunyikan sirine sebagai tanda awal proses penggilingan di Pabrik Gula Gempol Keret Mojokerto pada Mei 2015, MTVN - Nurul Hidayat

Metrotvnews.com, Surabaya: Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengaku mendapat informasi mengenai penutupan sejumlah pabrik gula. Soekarwo berharap informasi itu tidak benar.

Informasi itu, kata pria yang akrab disapa Pakde Karwo, menyebutkan keputusan itu dibahas petinggi PT Perkebunan Nusantara dengan Kementerian BUMN. Kabarnya, penutupan dilakukan pada 2017.

Sejumlah pabrik gula di Jatim disebut-sebut bakal ditutup. Yaitu Madiun: Pabrik Gula Rejosari, Kanigoro, dan Purwodadi; Sidoarjo: Pabrik Gula Toelangan dan PG Watoetoelis; Kediri: PG Meritjan; Sutibondo: PG Pandji, PG Olean, dan PG Wringinanom.

Pakde Karwo tak dapat memastikan kebenaran informasi tersebut. Namun bilapun benar, Pakde Karwo meminta pemerintah pusat memberikan penjelasan.

"Jangan ditutup. Saya tegaskan lagi saya menolak wacana penutupan tersebut," kata Pakde Karwo di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (12/10/2016).

Indonesia, lanjut Pakde Karwo, masih kekurangan 3,8 juta ton gula per tahun. Seharusnya, pemerintah menyediakan bibit dan pupuk murah untuk membantu petani. Teknologi pun harus dibenahi.

Bukan hanya Pakde Karwo, informasi itu pun didapat Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) di Jember. Ketua Dewan Pembina APTRI Jember, Arum Sabil, menegaskan informasi itu harus diperjelas.

"Lantaran itu kami akan meminta klaraifikasi dari Kementerian BUMN mengenai informasi itu," kata Arum.

Arum mengatakan penutupan pabrik bakal berdampak besar. Sebab rencana itu akan mematikan penghasilan pemilik pabrik gula, karyawan, dan petani tebu.



(RRN)