Kasus Korupsi P2SEM Provinsi Jatim

Dokter Bagoes Gunakan Paspor Palsu Selama Pelarian

Syaikhul Hadi    •    Kamis, 30 Nov 2017 10:28 WIB
korupsikasus korupsi
Dokter Bagoes Gunakan Paspor Palsu Selama Pelarian
Terpidana kasus korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2008 saat tiba di Lapas Porong -- medcom.id/Syaikhul Hadi

Sidoarjo: Terpidana kasus korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2008 dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Surabaya di Porong, Sidoarjo. Bagoes Soetjipto bakal meringkuk di balik jeruji besi selama 21,5 tahun.

Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo Budi Handaka mengatakan bahwa Bagoes sudah tujuh tahun buron. Selama pelariannya, dia kerap menggunakan paspor palsu, termasuk saat melarikan diri ke Malaysia.

"Di sana (Malaysia) dia buka praktik," kata Budi saat berada di Lapas Porong, Rabu malam, 29 November 2017.

(Baca: Pelaku Utama Korupsi P2SEM Jatim Dijebloskan ke Lapas Porong)

Budi mengaku besyukur, terpidana yang dinilai lihai dalam pelariannya berhasil dibekuk. "Tugas satu sudah selesai," ucapnya.

Sebagai informasi, Bagoes adalah terpidana utama korupsi dana hibah P2SEM yang dikucurkan Pemprov Jatim pada 2008. Untuk mendapatkan hibah P2SEM, kelompok masyarakat harus mengantongi rekomendasi dari anggota DPRD Jatim.

Ketika kasus terbongkar, gedung Indrapura (sebutan kantor DPRD) Jatim ikut tergoyang. Diduga, dana total ratusan miliar itu diselewengkan banyak oknum. Tetapi hanya beberapa saja yang menjalani bui, di antaranya Ketua DPRD Jatim kala itu, almarhum Fathorrasjid.

Bagoes yang berprofesi sebagai dokter tersebut telah menjalani sidang secara intens sejak ditetapkan tersangka oleh Kejati Jatim pada 2009. Dia divonis 7 tahun penjara oleh PN Sidoarjo, lalu 7,5 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Surabaya, dan 7 tahun oleh PN Ponorogo. Total hukuman dr Bagoes mencapai 21,5 tahun.

Terakhir pada 2011, Bagoes divonis nihil oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Majelis hakim yang diketuai Gusrizal menilai, hukuman yang sudah diterimadari tiga persidangan sebelumnya melebihi ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Meski begitu, pengadilan mengharuskan Bagoes membayar denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan serta membayar uang pengganti Rp4,021 miliar. Namun, dia justru kabur.

(Baca: Kejagung Tangkap Buronan Kasus Korupsi Dana Hibah)

Bertahun-tahun kemudian, rumor berkembang muncul kalau dia sengaja disembunyikan karena jadi saksi kunci keterlibatan banyak pihak dalam kasus P2SEM. Sempat juga beredar kabar kalau Bagoes melakukan operasi plastik sehingga sulit ditangkap.

Tujuh tahun menghilang, Kejaksaan berhasil menangkap Bagoes di Malaysia. Saat tiba di Kejati Jatim, wajahnya tidak ada perubahan ketika dibandingkan dengan foto dirinya saat ditetapkan sebagai buronan dan disebarkan Kejaksaan.


(NIN)