Jumlah Desa Kering Langka di Sumenep Bertambah

Rahmatullah    •    Jumat, 06 Oct 2017 13:02 WIB
kemarau dan kekeringan
Jumlah Desa Kering Langka di Sumenep Bertambah
Warga Sumenep, Jawa Timur, antre air bersih -- MTVN/ Rahmatullah

Metrotvnews.com, Sumenep: Bencana kekeringan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kian meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat, jumlah desa kering langka yang semula 22 desa, kini bertambah menjadi 33 desa.

Kepala BPBD Sumenep Abd. Rahman Riadi memprediksi, wilayah kekeringan akan semakin meluas. Jika kemarau terus berlanjut, kemungkinan jumlah wilayah kekeringan semakin bertambah.

"Saat ini, ada desa-desa baru yang tidak masuk peta kekeringan. Tapi, sudah minta kiriman air bersih," kata Rahman, Jumat 6 Oktober 2017.

(Baca: Air Bantuan dari BPBD Dilarang Digunakan untuk Pengairan)

Menurut Rahman, sebagaian desa sudah dipasok air bersih. Sementara, desa lainnya masih diverifikasi terkait jumlah air yang dibutuhkan.

Rahman memastikan, permintaan air bersih setiap desa terdampak kekeringan akan segera dipenuhi. Namun, tetap harus dilakukan verifiaksi, sehingga diketahui berapa tangki kebutuhan masyarakat.  
 
"Kita perlu mengetahui rate air yang harus didrop," jelas dia.

Desa yang saat ini mengalami kering langka, yaitu Desa Bantelan, Larangan Barma, Bullaan, Campaka, Tamba Agung Barat, Padike, Kombang, Pakandangan, Bumbungan, Gadu Timur, dan Desa Pragaan Daja.

(Baca: Sumenep Darurat Kekeringan)


(NIN)