Surabaya Masuk Kategori Utama dalam Penerapan Kota Layak Anak

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 14 Sep 2018 13:34 WIB
kota layak anak
Surabaya Masuk Kategori Utama dalam Penerapan Kota Layak Anak
Seminar gerakan kabupaten/kota layak anak bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) dan UNICEF di Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 14 September 2018. Medcom.id/ Syaikhul Hadi.

Surabaya: Kota Surabaya menjadi salah satu dari dua kota yang masuk kategori utama indikator Kota Layak Anak (KLA) Se-Indonesia. Di atas Surabaya, kota Surakarta menempati kategori utama dalam penerapan kota layak anak.

Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, ada sekitar 389 kabupaten/kota yang dinilai sudah berkomitmen menjadi kota layak anak.

"Yang masuk dalam kategori layak anak ada 177 kabupaten/kota. Itupun masuk dalam kategori Pratama," kata Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Lenny N Rosalin dalam seminar gerakan kabupaten/kota layak anak bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) dan UNICEF di Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 14 September 2018.

Lenny menjelaskan, ada lima kategori yang bisa dikatakan masuk dalam Kota Layak Anak. Di antaranya, Pratama, Madya, Nindya, Utama dan Kota Layak Anak (KLA). Hingga saat ini, baru dua kota yang masuk dalam kategori Utama, yakni Surabaya dan Surakarta.

Lenny kembali mengatakan, ada beberapa indikator yang menjadikan dua kota mencapai kategori utama. Di antaranya, dari segi akta kelahiran.

"Hanya ada dua yang sudah masuk di Utama. Surabaya dan Surakarta. Yang lain masih Pratama. Surabaya pasti sudah tinggi. Saya enggak hafal angkanya," ungkap Lenny.

Menurut Lenny, indikator lain ada;ah tersedianya akses untuk anak-anak dalam mendapatkan informasi. Namun Surabaya perlu langkah-langkah bagaimana menangani agar anak-anak bisa memperoleh informasi layak dikonsumsi.

Di samping itu, sudah terbentuknya forum anak-anak hingga ke tingkat kelurahan juga masuk dalam pertimbangan. Bahkan rencananya, kota Surabaya juga ingin meningkatkan lagi hingga tingkat RT/RW.

Forum anak tersebut, diberi Peran Pelopor dan Pelapor. Terutama tentang isu di Surabaya. Mereka juga dilibatkan dalam musyawarah rencana pembangunan baik ditingkat kelurahan, kecamatan hingga Kota.

"Saya rasa, karena di Surabaya ini dipimpin oleh Wali Kota yang paham betul tentang anak. Bagaimana memenuhi dan melindungi hak hak anak. Silahkan Pemda Berinovasi," beber Lenny.


(DEN)