Jelang Pilkada, Polda Jatim Awasi Kemunculan Media Baru

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 29 Sep 2017 15:53 WIB
pilkada 2018
Jelang Pilkada, Polda Jatim Awasi Kemunculan Media Baru
Berkomunikasi via online - MTVN - Rizal

Metrotvnews.com, Surabaya: Media baru bermunculan menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur (Pilkada) 2018. Lantaran itu, Polda Jatim akan mengawasi dan memantau pergerakan media di provinsi tersebut.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan mengantisipasi pergerakan yang dapat mengganggu pelaksanaan Pilkada dan berpotensi melanggar Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Satu di antaranya media yang bertugas menyampaikan berita dan informasi.

"Kami sudah mendeteksi munculnya media-media baru jelang Pilkada. Setidaknya, ada sekitar 25 media baru," kata Frans di Surabaya, Jumat 29 September 2017.

Menurut Frans, media-media baru itu bertujuan menyosialisasikan kandidat dalam Pemilihan Gubernur Jatim. Dengan pengawasan, lanjut Frans, ia berharap pemberitaan di media baru tak melanggar UU.

Berkaca dari Pilkada lalu, ungkap Frans, ada oknum yang memanfaatkan media itu menjatuhkan kandidat. Bisa dengan isu SARA maupun berita bohong.

Menurut Frans, menggunakan media sebagai alat sosialisasi bukan masalah. Hal itu masih wajar. 

"Tapi, bila menggunakan media untuk menyerang kandidat lain, polisi akan bertindak. Terlebih media online dan media sosial tak memiliki batas wilayah," ujar Frans.

Penindakan dilakukan untuk tetap menjaga pelaksanaan Pilkada dengan aman, nyaman, dan kondusif. Lantaran itu, Frans mengajak segenap pihak tetap menjaga keamanan Jatim.

Tahun depan, Jawa Timur menggelar pemilihan gubernur. Selain itu, beberapa kabupaten juga akan memilih kepala daerah baru yaitu: Probolinggo, Sampang, Bangkalan, Bojonegoro, Nganjuk, Pamekasan, Tulungagung, Pasuruan, Magetan, Madiun, Lumajang, Bondowoso, dan Jombang. 


(RRN)