Teror Bom Melanda Sebuah Desa di Malang, Peneror Minta Rp10 Juta

Aditya Mahatva Yodha    •    Jumat, 09 Jun 2017 15:50 WIB
ancaman bom
Teror Bom Melanda Sebuah Desa di Malang, Peneror Minta Rp10 Juta
Garis polisi melintang di depan rumah warga yang mendapat ancaman bom. (Metrotvnews.com/Aditya Mahatva Yodha)

Metrotvnews.com, Malang: Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mendadak gempar. Salah satu rumah warga di desa santri ini mendapat teror bom.

Ancaman itu menimpa pada keluarga AS, 54, warga RT 14 RW 02 desa setempat. Saat waktu salat subuh, Jumat, 9 Juni 2017, sebuah pesan singkat masuk ke ponselnya.

"Omahmu tak pasangi bom, lek kon wani jupuk en lek kon ga wani tebusen Rp 10 juta (rumahmu saya pasang bom, kalau kamu berani ambil saja, kalau tidak berani tebus Rp10 juta, red)." Demikian bunyi pesan tersebut.

Saat dibuktikan, ada bungkusan berbentuk kotak di luar rumah. Keluarga AS pun panik dan segera menghubungi polisi.

Jajaran Polres Malang datang ke lokasi beberapa menit berselang. Polisi memasang garis polisi dan membuat perimeter aman.

Tim Jibom Brimob Ampeldento Malang tiba di TKP sekitar pukul 06.00 WIB. Butuh waktu sekitar dua jam untuk mengamankan benda mencurigakan. Sekitar pukul 08.00 WIB, tim jibom menyatakan barang yang diduga bom telah aman, otomatis TKP telah steril.

"Pukul 08.05 WIB saya menyatakan TKP sudah aman dan steril, masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa," terang Kapolres Malang, AKBP Yade Setiyawan Ujung.

Kapolres pun menyimpulkan teror bom yang terjadi motifnya lebih kepada pemerasan.

Saat ini pihak kepolisian sedang melakukan analisa dan evaluasi, tindak lanjut penyelidikan ancaman bom tersebut.


(SAN)