Dewan Pendidikan Sumenep Temukan Sekolah tak Patuh Kuota

Rahmatullah    •    Rabu, 19 Jul 2017 18:23 WIB
pendidikan
Dewan Pendidikan Sumenep Temukan Sekolah tak Patuh Kuota
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com/Rahmatullah)

Metrotvnews.com, Sumenep: Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS), Jawa Timur, menemukan Sekolah Dasar Negeri tidak mematuhi kebijakan zonasi dalam penerima peserta didik baru (PPDB). Terdapat sekolah menerima siswa melebihi kuota, sehingga menyebabkan sekolah lain kekurangan siswa.
 
Sekretaris DPKS, Mohammad Suhaidi, mengungkapkan SDN Pangarangan 1, Kecamatan Kota, menerima siswa di atas kuota yang ditetapkan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat. Menurut dia, sekolah tersebut menerima tiga rombongan belajar (rombel), padahal kuotanya hanya dua.
 
“Padahal sarana dan prasarana sekolah itu belum siap. Tapi sekolah beralasan mendapatkan rekomendasi dari Disdik,” terang Suhaidi, Rabu, 19 Juli 2017.
 
Akibat ulah sekolah tersebut, kata Suhaidi, sekolah lain di Desa Pangarangan minim siswa, yaitu di SDN Pangarangan 7 yang hanya memiliki sembilan siswa. Fakta itu disebut persoalan yang harus segera diselesaikan, karena penerapan sistem zonasi dimaksudkan untuk pemerataan pendidikan.
 
“Dinas Pendidikan harus bertanggung jawab, sehingga rencana pemerataan pendidikan dari pusat tidak dicederai oleh ketidaktegasan Dinas Pendidikan,” ungkapnya.
 
Selain itu, Suhaidi menilai penetapan zonasi kurang tepat. Bukti yang ia beberkan adalah jatah penerimaan siswa di SDN Pangarangan 1. Sekolah tersebut bisa menerima pendaftar siswa baru dari Desa Pabian. Padahal secara geografis, desa yang juga berada di Kecamatan Kota itu lebih dekat dengan SDN Pangarangan 7.
 
Kepala Disdik Kabupaten Sumenep, Ahmad Sadik, mengaku belum mendapatkan laporan mengenai persoalan zonasi yang dianggap bermasalah itu. Tapi dia menegaskan semua sekolah tetap mematuhi pagu yang ditetapkan.


(SAN)