Pemprov Jatim Belum Sikapi Posisi Bupati Pamekasan

Amaluddin    •    Kamis, 03 Aug 2017 18:29 WIB
ott kpk
Pemprov Jatim Belum Sikapi Posisi Bupati Pamekasan
Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf. (Metrotvnews.com/Amaluddin)

Metrotvnews.com, Surabaya: Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait posisi Bupati Pamekasan. Hanya saja, koordinasi baru bisa dilaksanakan setelah gubernur tiba dari luar negeri.

"Nanti kami akan berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri, sekaligus menunggu Pak Gubernur kembali dari luar negeri," kata Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, alias Gus Ipul, di Surabaya, Kamis, 3 Agustus 2017.

Begitu juga terkait ditunjuknya pelaksana tugas (Plt) Bupati yang nantinya bakal ditentukan usai Gubernur Jatim Soekarwo kembali dari kunjungan kerjanya dari luar negeri. 

Baca: Suap Kajari Pamekasan untuk Bungkam Kasus Dana Desa

Bupati Pamekasan Achmad Syafii dan Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan Rudy Indra Prasetya, kemarin ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. 

Gus Ipul berharap kasus ini tidak mengganggu pelayanan masyarakat di Pamekasan. Dia menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada aparat hukum sesuai proses hukum yang berlaku. Kepemimpinan di Pamekasan, kata dia, sementara dijalankan oleh Wakil Bupati Halil.

Siang tadi, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku belum ada pemecatan pada Achmad Syafii. Alasannya dia belum menerima surat resmi dan penahanan dari KPK. "Kami dapat surat, kami cek, begitu betul langsung kami berhentikan. Ditahan loh dia. Kalau tidak ditahan, tunggu," jelas dia. 

Bupati Achmad Syafii dan Kajari Pamekasan Rudy menjadi tersangka dugaan suap terkait penanganan kasus penyalahgunaan dana desa Dassok.

Selain Syafii dan Rudy, KPK juga menetapkan Inspektur Pemerintah Kabupaten Pamekasan Sutjipto Utomo, Kepala Desa Dassok Agus Mulyadi, dan Kabag Inspektur Kabupaten Pameksan Noer Solehhoddin sebagai tersangka.


(SAN)