Pabrik Pengepakan Rokok dengan Pita Cukai Palsu Digerebek

Syaikhul Hadi    •    Senin, 28 Aug 2017 15:01 WIB
pemalsuan
Pabrik Pengepakan Rokok dengan Pita Cukai Palsu Digerebek
Gelar perkara rokok dengan pita cukai palsu di Mapolres Sidoarjo, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Polresta Sidoarjo, Jawa Timur, menggerebek pabrik pengepakan rokok tanpa cukai di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin. Polisi menahan Mulyono, 41, pekerja di pabrik tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris mengatakan pabrik berkategori industri rumahan atau home industry. Sementara rumah yang dijadikan home industry itu milik warga bernama Suyati.

"Polisi mendapat informasi dari masyarakat. Rumah milik Suyati dijadikan tempat pengepakan rokok dengan menggunakan pita cukai palsu," kata Harris dalam gelar perkara di Mapolresta Sidoarjo, Senin 28 Agustus 2017.

Mulyono merupakan satu dari enam pekerja di pabrik rumahan tersebut. Sedangkan ED, pemilik usaha asal Jawa Tengah, diburu polisi.

"Kebetulan saat itu pemilik rumah atau Suyati tidak sedang ditempat. Kasus ini masih kami kembangkan. Dan selanjutnya akan kami limpahkan ke Kanwil Bea dan Cukai," tegasnya. 

Adapun barang bukti yang disita diantaranya tiga kardus berisi batangan rokok merk Bosini, 8 mesin element, karton rokok merk planet mars, 7 ball rokok merk Bosini, 100 press rokok merk SIP, lidah rokok, Kardi etiket, 4 bendel pita rokok ALAT kemasan 12 batang, 11 press rokok merk Brandjati, dan 1 ball merk Brandjati. 

"Satu pak rokok dijual seharga Rp7 ribu, dikalikan 2.400 bungkus dan dikalikan selama 7 hari. Totalnya mencapai Rp117.600.000 per minggu," tandasnya. 


(RRN)