Enam Suku di Sumenep Sepakat Jaga Kedamaian

Rahmatullah    •    Minggu, 18 Nov 2018 12:54 WIB
perdamaiannkri
Enam Suku di Sumenep Sepakat Jaga Kedamaian
Enam Suku di Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar deklarasi damai Lapangan Kesenian Sumenep (LKS), Madura, Jawa Timur, Sabtu malam, 17 November 2018. Medcom.id/ Rahmatullah.

Sumenep: Enam suku di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sepakat menjaga kedamaian demi keutuhan Negara Republik Indonesia (NKRI). Perwakilan dari tokoh Suku Madura, Mandar, Bugis, Bajo, Arab, dan Tionghoa itu juga membubuhkan tanda tangan di monumen perdamaian yang disaksikan Sekda Kabupaten Sumenep, Edy Rasiadi.

"Saya ucapkan terimakasih kepada para tokoh yang telah hadir pada kesempatan ini. Mari kita jaga kedamaian ini demi keuntuhan NKRI," kata Kepala Bappeda Sumenep, Yayak Nurwahyudi di Lapangan Kesenian Sumenep (LKS), Madura, Jawa Timur, Sabtu malam, 17 November 2018.

Yayak menjelaskan, deklarasi tersebut merupakan rangkaian program Visit Years 2018 kerja sama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS).

Sementara itu Sekretaris KJS, Syamsuni menyebut, toleransi keberagaman perlu dipupuk berkesinambungan. Kegiatan bertajuk ‘Pelangi di Sumenep’ itu merupakan upaya memupuk toleransi tersebut. Meski berbeda suku, tapi tetap menjaga nilai-nilai saling menerima perbedaan.

"Terimakasih pada pemerintah yang sudah men-support penuh kegiatan ini," ungkap Syamsuni.

Kegiatan ‘Pelangi di Sumenep’ itu menyedot perhatian masyarakat. Lokasi acara penuh sesak. Mereka penasaran kesenian para suku yang hidup rukun berdampingan itu.

Suku Madura menampilkan Pencak Silat Pamor dan Tarian Sintung, Suku Mandar menampilkan Tari Patuddu. Sedangkan Suku Bajo menyajikan Tari Manca, Suku Bugis Tari Paduppa. Sementara Suku Arab membawakan Gambus Klasik, dan Suku Tionghoa hadir dengan Barongsai-nya.


(DEN)