Pasien BPJS Tetap Dapat Dilayani di Malang

Daviq Umar Al Faruq    •    Jumat, 04 Jan 2019 13:42 WIB
bpjs kesehatan
Pasien BPJS Tetap Dapat Dilayani di Malang
Ilustrasi rumah sakit, Medcom.id - M Rizal

Malang: Delapan rumah sakit di kawasan Malang Raya, Jawa Timur, belum memperpanjang akreditasi. Namun rumah sakit tetap dapat melayani pasien BPJS Kesehatan.

Kepala Bidang Sumber Daya Manusia, Umum, dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Kantor Cabang Malang Susanti Vita Devi mengatakan lembaganya membawahi pelayanan di tiga wilayah. Yaitu Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

"Ada 42 RS dan enam klinik utama yang bekerjasama dengan kami di wilayah Malang Raya," kata Susanti ditemui di kantornya di Malang, Jumat, 4 Januari 2018.

Dari jumlah itu, status akreditasi delapan rumah sakit belum meningkat. Yaitu:
- RSUD Lawang, 
- RS Jiwa dr Radjiman W Lawang, 
- RSIA Puri Malang, 
- RSUD Kanjuruhan Malang, 
- RS Punten Batu, 
- RSIA Mardi Waloeja Malang, 
- RSIA Mutiara Bunda Malang,
- dan RS Marsudi Waluyo Malang.

Empat dari delapan rumah sakit itu memiliki jadwal survei dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Survei berlangsung mulai 7 Januari hingga Februari 2019. 

"Tapi empat RS ini tidak masuk dalam kategori 'rekomendasi' ataupun 'tidak direkomendasikan' oleh Kemenkes," lanjutnya.

Sedangkan, RS sisanya yakni, RS Punten Batu, RSIA Mardi Waloeja Malang, RSIA Mutiara Bunda Malang dan RS Marsudi Waluyo Malang belum memiliki jadwal survei dari KARS. Namun, keempatnya masuk dalam kategori 'rekomendasi' dari Kemenkes.

"Intinya meskipun belum memperbarui akreditasi, seluruh RS ini tetap bisa melayani pasien BPJS. Saat ini kami sedang mengkoordinasikan agar pelayanan tetap berjalan," ungkapnya.

Sehingga, Susanti menampik adanya RS yang terancam terhenti dalam melayani pelayanan BPJS Kesehatan. Bahkan, pada 2018 lalu, pihaknya justru menambah perjanjian kerjasama dengan RS baru.

"2018 kita nambah empat. Tiga rumah sakit, satu klinik utama," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 11 Rumah Sakit di Jawa Timur terancam terhenti dalam melayani pelayanan BPJS Kesehatan. Hal itu dikarenakan status akreditasi Rumah Sakit yang tidak meningkat.

Deputi BPJS kesehatan Wilayah Jatim, Handaryo, menyebut dari 315 rumah sakit di Jatim yang telah tergabung dengan BPJS Kesehatan, ada 11 rumah sakit yang terancam tidak bisa melayani pelayanan kesehatan BPJS Kesehatan.

"Dari 11 rumah sakit tersebut salah satunya adalah Husada Utama Surabaya dan rumah sakit Ibnu Sina Gresik," kata Handaryo, di Surabaya, Kamis, 3 Januari 2018.



(RRN)