Penyidik Bidik Pihak Lain di Korupsi PTSP Sidoarjo

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 13 Nov 2018 09:21 WIB
kasus korupsi
Penyidik Bidik Pihak Lain di Korupsi PTSP Sidoarjo
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Sidoarjo: Penyidik Kejaksaan membidik keterlibatan pihak lain dalam penyelewengan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Sidoarjo. Bahkan, praktik korupsi berjamaah masif terjadi pada proyek pembangunan.

"Keterlibatan pihak lain pasti ada. Karena kasus korupsi itu melibatkan orang banyak artinya dilakukan secara berjamaah," ungkap Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Sidoarjo Idham Kholid usai penahanan dua tersangka, Senin, 12 November 2018.

Pihaknya masih belum membeberkan pihak lain yang diduga terlibat karena masih dalam proses pengembangan. Dia menyebut keterlibatan pihak lain dalam penyelewengan anggaran atau korupsi sangat mungkin terjadi.

Proyek pengerjaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu di Sidoarjo diindikasikan kejaksaan menyebabkan negara merugi. Proyek tahun jamak ini bernilai Rp586,8 juta dan masuk APBD 2017 dan dilanjutkan pada 2018.

"Karena belum tuntas di 2017, akhirnya dilanjutkan pada 2018. Padahal, pencairan sudah selesai di tahun yang sama (2017). Untuk saat ini, kerugian negara masih dihitung oleh BPKP," jelasnya.

Penyidik juga mengendus beberapa bagian pengerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi. Sehingga hal ini lah yang menyebabkan kerugian keuangan negara.

Dua orang tersangka ditahan, yakni Nur Ahmad yang bertindak sebagai Panitia penerima hasil pekerjaan (PPHP) dan seorang kontraktor bernama Abdul Mannan. Keduanya dijebloskan ke dalam Lembaga Pemasyarakatan Sidoarjo usai diperiksa beberapa jam.

Kedua tersangka diancam Pasal 2 ayat 1 juncto 18 dan pasal 3 juncto 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 atas perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


(SUR)