Menawan Programkan Kuliah Gratis untuk Warga tak Mampu

Daviq Umar Al Faruq    •    Kamis, 15 Feb 2018 17:53 WIB
pilkada serentakpilkada 2018
Menawan Programkan Kuliah Gratis untuk Warga tak Mampu
Calon Wali Kota Malang Ya'qud Ananda Gudban saat menjalani wisuda gelar doktor di Universitas Brawijaya Kota Malang, Sabtu 10 Februari 2018. Foto: Medcom.id/DAVIQ UMAR AL FARUQ

Malang: Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, Ya'qud Ananda Gudban-Ahmad Wanedi, mengusung program kuliah gratis bagi warga tak mampu. Hal ini dirancang setelah pasangan Menawan (Menangkan Nanda dan Wanedi) kerap mendengar keluhan warga tentang melambungnya biaya masuk perguruan tinggi.

"Banyak aduan masyarakat soal tingginya biaya kuliah di perguruan tinggi. Karena itu bagi saya pemerintah harus hadir memberikan solusi. Saya dan Pak Wanedi dalam program serta visi misi memasukkan kuliah gratis bagi warga tak mampu," kata Ya'qud yang kerap disapa Mbak Nanda ini, Kamis, 15 Februari 2018.

Tingginya biaya masuk perguruan tinggi, membuat orang tua tak mampu menyekolahkan anak mereka hingga jenjang perguruan tertinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat partisipasi pendidikan masyarakat Kota Malang usia 19-24 tahun hanya 55,04 persen.

"Data BPS ini menunjukkan jika masih banyak warga Kota Malang belum mengenyam pendidikan tinggi, padahal kita dikenal sebagai Kota Pendidikan," ungkap wanita yang baru saja mendapat gelar Doktor dari Universitas Brawijaya itu.

Predikat Kota Pendidikan bukan saja harus berhasil ditunjukkan dengan banyaknya kampus di Kota Malang. Ya'qud-Ahmad berjanji akan meningkatkan persentase warga yang mengenyam pendidikan tinggi

Nanda menambahkan, pendidikan wajib 12 tahun seharusnya menjadi tanggungan pemerintah. Hal itu sesuai dengan amanat Undang Undang Dasar 1945. Kota Malang sudah berhasil mewujudkan pendidikan gratis hingga SMP, sedangkan pendidikan SMA ditanggung Pemprov Jawa Timur.

Karena itu, anggaran pendidikan akan diarahkan ke beasiswa pendidikan tinggi. "Jadi kita ambil peluang bagaimana warga bisa mendapat pendidikan tinggi gratis dengan memberikan beasiswa bagi masyarakat tidak mampu," jelas Nanda.

Untuk merealisasikan programnya tersebut, pasangan calon nomor urut 1 Pilwalkot Malang ini akan bekerjasama dengan 57 perguruan tinggi se-Kota Malang. Sebab bila diasumsikan setiap perguruan tinggi bisa memberikan beasiswa bagi 10 warga tidak mampu, sedikitnya ada 570 warga tidak mampu bisa mengenyam pendidikan tinggi.

"Belum lagi nanti dana CSR (Corporate Social Responbility) kita juga akan alihkan sebagian untuk pendidikan," beber Ketua Komunitas Perempuan Peduli Indonesia (KoPPI) Malang ini.

Pasangan yang diusung koalisi dari PDI Perjuangan, PPP, PAN, Hanura, dan NasDem ini menargetkan setidaknya ada 1.000 warga Kota Malang per tahun yang bisa mengenyam pendidikan tinggi. "Kita harus tingkatkan Malang sebagai Kota Pendidikan Internasional," pungkasnya.


(SUR)