Warga Jatim Dimintai Waspadai Banjir dan Longsor di Bulan Maret

Amaluddin    •    Jumat, 02 Mar 2018 18:41 WIB
banjir
Warga Jatim Dimintai Waspadai Banjir dan Longsor di Bulan Maret
Ilustrasi banjir, MTVN - Rakhmat Riyandi

Surabaya: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memprediksi curah hujan masih tinggi di Jawa Timur di bulan Maret. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mengimbau masyarakat di daerah rawan banjir waspada.

"Dari perkiraan cuaca BMKG, curah hujan akan terjadi sampai Maret. Maka itu masyarakat utamanya masyarakat yang tinggal di kawasan sungai Bengawan Solo, dan lainnya," kata Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jatim, Agung Subagyo, dikonfirmasi, Jumat, 3 Maret 2018.

Kata Agung, air di Bengawan Solo mudah dengan cepat meluap, bahkan hingga ke pemukiman warga setempat. Namun, kata dia, ketinggian air berangsung-angsur menyusut. "Makanya kondisi air sungai di Bengawan Soli perlu untuk terus dikontrol debit air secara berkala," ujarnya.

Berdasarkan catatan BPBD Jatim, ada beberapa daerah masuk dalam peta rawan banjir. Yaitu kawasan pantai utara (pantura), yang dilewati Bengawan Solo dan Kali Lamong. 

"Daerah itu yaitu Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik," ujar Agung.

Tak hanya daerah rawan banjir, bencana longsor juga rawan terjadi di Jatim pada musim penghujan. Yaitu daerah di wilayah Selatan Jatim seperti wilayah tapal kuda antara lain Kabupaten dan Kota Pasuruan, Kab dan Kota Probolinggo, Kab Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Ponorogo.

"Selain banjir, daerah wilayah selatan Jatim ini juga rawan bencana longsor," katanya.


(RRN)