Meski tak Jadi Karyawan, Warga Jatim Dapat Nikmati Manfaat BPJS-TK

Amaluddin    •    Kamis, 08 Sep 2016 13:39 WIB
bpjs ketenagakerjaan
Meski tak Jadi Karyawan, Warga Jatim Dapat Nikmati Manfaat BPJS-TK
Logo BPJS Ketenagakerjaan, bpjsketenagakerjaan.go.id

Metrotvnews.com, Surabaya: Lebih 130 ribu orang keluar dari peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) di Jawa Timur. Salah satu alasannya adalah perusahaan memberhentikan kontrak kerja mereka.

Itu diungkap Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPJS Ketenagakerjaan Jatim, Abdul Cholik, di Surabaya, Kamis 8 September. Alasan lain yaitu peserta meninggal dan pensiun. 

"Atau mereka tak intens membayar iuran bulanan," kata Cholik. 

Cholik menyayangkan sikap warga keluar dari BPJS-TK. Padahal, jaminan sosial itu memberikan beragam manfaat misalnya jaminan hari tua dan jaminan kecelakaan.

BPJS-TK bukan hanya bermanfaat untuk warga yang masih bekerja. Warga dapat menikmati layanan itu meskipun mengatasnamakan perorangan atau mandiri.

"Prosedurnya gampang. Cukup mendatangi Kantor BPJS di masing-masing kabupaten atau kota. Cukup membawa KTP dan KK," kata Cholik.

BPJS-TK menyediakan layanan program Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Pensiun, Jasa Konstruksi, dan Bukan Penerima Upah (BPU).

"Bahkan tukang ojek maupun sopir angkot dapat ikut menjadi peserta BPJS-TK," lanjut Cholik.

Iuran untuk peserta yang masih bekerja melalui pemotongan gaji. Bila mandiri, peserta dapat menyetor iuran ke Kantor BPJS atau bank yang bekerja sama dengan program tersebut.


(RRN)