Fadhilah Budiono Tiga Kali Jabat Bupati Sampang

   •    Kamis, 06 Jul 2017 12:59 WIB
pemda
Fadhilah Budiono Tiga Kali Jabat Bupati Sampang
Gubernur Jatim Soekarwo (kiri) menyematkan tanda jabatan kepada Bupati Sampang Fadhilah Budiono (kanan) saat pelantikan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jatim, Kamis (6/7/2017). (Antara/M Risyal Hidayat)

Metrotvnews.com, Surabaya: Bupati Sampang Fadhilah Budiono sujud syukur usai dilantik Gubernur Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Kamis, 6 Juli 2017.

Pelantikan ini menjadi tanda bahwa Fadhilah resmi menduduki orang nomor satu di Sampang sebanyak tiga kali.

Kali pertama, pria kelahiran Banyuwangi, 16 September 1947 itu, menduduki kursi Bupati Sampang pada 1995-2001. Posisinya bertahan untuk periode kedua, yakni 2001-2006. 

Fadhilah kembali ke puncak pemerintahan setelah menang pada Pilkada 2013. Namun, posisinya sebagai wakil, mendampingi Bupati Sampang Fannan Hasib.

Pada April 2017, Fadhilah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) bupati, sesuai Surat Keputusan Gubernur Jatim Nomor 131/616/011.2/2017 tertanggal 21 April 2017. Saat itu, Fannan sedang sakit, hingga akhirnya meninggal sebulan kemudian.

Akhirnya, hari ini, Fadhilah sujud usai resmi menduduki sebagai bupati setelah remsi dilantik Gubernur Soekarwo.

"Sujud syukur tadi spontanitas dan merasa tantangan ke depan sangat berat meski berpengalaman menjadi kepala daerah," ujarnya usai pelantikan, seperti dikutip Antara.

Dia mengklaim tak mengharapkan bisa kembali menduduki jabatan orang nomor satu di Sampang. Namun, karena sudah ada aturan, selama delapan bulan ke depan jabatan tersebut harus dijalaninya meski tanpa didampingi wakil.

"Tidak ada wakil, tidak apa-apa. Dan saya siap bekerja demi kesejahteraan serta membuat masyarakat Sampang semakin lebih baik," ucapnya.

Gubernur Soekarwo menegaskan diangkatnya kembali Fadhilah tidak melanggar aturan. Karena, yang dilarang undang-undang adalah jika bupati sudah dua periode tidak boleh mendaftar lagi menjadi bupati. Namun, Fadhilah bukan mendaftar lagi, tapi meneruskan jabatan yang ditinggal oleh bupati.

Lelaki pemilik sapaan Pakde Karwo itu bilang, aturan ini disebut diskresi. Tidak diatur, tetapi tidak bertentangan dengan UUD, namun bermanfaat.

Dia menyebut, kasus ini baru pertama kali di Indonesia. Makanya, bisa jadi konvensi atau hukum tidak tertulis. "Yang terjadi di Jatim bisa digunakan di daerah lain," kata Pakde Karwo.

Pengangkatan Fadhilah berdasarkan Surat Keputusan Mendagri Nomor: 131.35-3303 Tahun 2017 tentang Pengangkatan Bupati dan Pemberhentian Wakil Bupati Sampang tertanggal 16 Juni 2017 di Jakarta.


(SAN)