Tiga Terdakwa Suap ke DPRD Jatim Jalani Sidang Perdana

Syaikhul Hadi    •    Senin, 28 Aug 2017 18:55 WIB
kasus suap
Tiga Terdakwa Suap ke DPRD Jatim Jalani Sidang Perdana
Sidang perdana kasus suap di DPRD Jatim, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Tiga terdakwa dugaan korupsi suap terhadap Komisi B DPRD Jawa Timur menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jawa Timur. Mereka didakwa dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Ketiga terdakwa adalah Kepala Dinas Pertanian Jatim, Bambang Heryanto; ajudan Bambang, Anang Basuki Rahmat; dan Kepala Dinas Peternakan Jatim, Rohayati.

"Akibat perbuatannya, mereka didakwa dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara," kata jaksa KPK, Budi Nugraha saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin, 28 Agustus 2017.

Jaksa KPK menjelaskan terdakwa Rohayati pernah memberikan sejumlah uang kepada Ketua DPRD Jatim Mochammad Basuki dan Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Ka'bil Mubarok. Total uang yang diberikan yaitu Rp175 juta sejak Februari hingga Juni 2017.

"Uang itu untuk melancarkan persetujuan dewan atas anggaran dan rencana kerja Dinas Peternakan 2017," katanya.

Uang itu juga bertujuan memperlancar pembahasan revisi Peraturan Daerah tentang Pengendalian ternak sapi dan kerbau Betina Produktif sejak 2014. Namun rencana revisi itu masih terkatung-katung.

Sementara, terdakwa Bambang pernah menyetor uang kepada Basuki dan Ka'bil Mubarok masing-masing sebesar Rp150 juta. Kasusnya hampir sama, pemberian uang itu untuk melancarkan persetujuan dewan atas anggaran dan rencana kerja dinas yang dipimpinnya.

"Uang yang diberikan itu merupakan uang komitmen dari kepala dinas terkait dan dibayarkan triwulan sekali," jelasnya.

Dalam prosesnya, Kepala Dinas berkomitmen membayar Rp500 hingga Rp600 juta per tahun. Hal itu tak lebih kepada pengawasan dan pemantauan dari DPRD Jawa Timur.

Sementara, kuasa hukum terdakwa berencana akan fokus terhadap fakta sidang. "Enggak (Eksepsi). Kami akan fokus fakta persidangan," singkat Kuasa Hukum Rohayati, Ari Nizam.

Sedangkan kuasa hukum Bambang dan Anang, Suryo Pane mengatakan bahwa perkara ini bukan pada ranah suap-menyuap. Melainkan pungli. "Karena klien kami tidak mendapatkan apa-apa," tambah Suryo Pane. 


(RRN)