Rohingya jadi Salah Satu Fokus GP Anshor

Syaikhul Hadi    •    Sabtu, 16 Sep 2017 18:57 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Rohingya jadi Salah Satu Fokus GP Anshor
Ketua Umum GP Anshor GP Anshor Yaqut Cholil Qoumas. Foto: MTVN/Syaikhul Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Gerakan Pemuda Anshor mulai memetakan isu Rohingya dan PKI yang banyak beredar di masyarakat. Banyak persepsi miring dalam menyikapi sebuah isu kekinian, dan membenturkannya dengan isu agama.

"Ada dua isu besar (kekinian) yang harus disikapi secara seragam mulai dari Anshor tingkatan pusat hingga ranting nanti. Yakni Rohingya dan PKI," kata Ketua Umum GP Anshor GP Anshor Yaqut Cholil Qoumas, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu 16 September 2017.

Dalam Konferensi Besar XXII dan Konsolidasi Nasional Gerakan Pemuda Anshor di Sidoarjo, Jawa Timur, problematika ini harus disikapi secara matang.

Isu kemanusiaan yang terjadi pada di Rakhine State, Myanmar, sejatinya bukan lah soal keagamaan. Namun yang terjadi banyak kalangan warga masyarakat di Indonesia menganggap itu persoalan agama.

"Melainkan persoalan geopolitik dan ekonomi masyarakat. Dan ini lah yang sengaja tidak dimunculkan," terangnya.

Namun, dia meminta kepada perwakilan Anshor di berbagai Indonesia untuk turut memberi bantuan moril terhadap korban Rohingya. Karena apa yang terjadi di Myanmar merupakan isu kemanusiaan.

Kedua, soal PKI. Menurutnya catatan sejarah tidak pernah lepas dari Pemberontakan Gerakan 30 September PKI. Banyak yang beranggapan bahwa Anshor ikut mendukung akan hal itu. PKI bukanlah pelaku melainkan korban.

"Ada gerakan-gerakan yang mendorong bahwa kita (Anshor) masuk didalamnya. Padahal tidak. Kami punya tafsir sendiri bagaimana G30S/PKI itu. Makanya perlu dikaji lebih lanjut agar tidak salah dalam bersikap nantinya," jelasnya.

Namun yang perlu diingat, lanjut pria yang akrab disapa Gus Ya'qut, tidak hanya PKI yang menjadi korban. Banyak kalangan kiai di Indonesia yang turut menjadi korban pada momen itu.

"Makanya, kami mendorong kepada semua pihak agar berhati-hati dalam mengambil langkah," tandasnya.


(SUR)