Rumah Produksi Miras Digerebek

Tamam Mubarok    •    Senin, 01 Oct 2018 19:56 WIB
penggerebekan
Rumah Produksi Miras Digerebek
Kapolres Mojokerto meninjau bahan pembuat minuman keras tanpa izin di sebuah rumah di Dusun Ngembul, Desa Tunggul, Metro TV - Tamam Mubarak

Mojokerto: Polres Mojokerto, Jawa Timur, menggerebek sebuah rumah memproduksi minuman keras di Dusun Ngembul, Desa Tunggul. Polisi membekuk enam dari sembilan tersangka dalam penggerebekan.

Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata mengatakan enam tersangka yaitu Maskur, 35; Madram, 23; Sulaiman, 25; Topik, 23; Arief Kurniawan, 30; dan Kabib Afandi, 42. Sementara tiga lainnya masih dalam buruan polisi.

"Rumah ini dikontrak seseorang bernama Heru. Kepada warga, Heru mengaku memproduksi pupuk cair sehingga tak ada warga yang curiga," kata Leonardus di Polres Mojokerto, Senin, 1 Oktober 2018.

Polisi juga menyita barang bukti berupa 107 drum air, 4 kompor dengan 17 tungku dan 20 pipa suling. Selain itu juga terdapat 756 botol arak dikemas 63 kardus, 52 kg ragi, dan 1 tandon berisi 1.100 liter arak.

Sementara itu, polisi juga menyita 5 sak gula, 1 bungkus fermipan, 57 drum kosong, 96 tabung elpiji ukurang 3 kg, 636 botol kosong, 50 kardus kowong, 2 unit mobil pickup, serta 1 unit honda jazz. Seluruh barang bukti ini disita untuk dijadikan barang bukti.

“Per minggu, pabrik rumahan ini mampu memproduksi 900 liter arak dengan omzet 12,5 juta rupiah. Arak tersebut banyak dijual ke Sidoarjo,” imbuh alumnus Akademi Polisi Tahun 1997 tersebut.

Produksi minuman keras itu, lanjut Leonardus, tak mengantongi surat izin. Produksi itu pun tak menjamin sanitasi kandungan minuman.

Akibat perbuatannya, para tersangka terancam Pasal 204 ayat (1) KUHP serta Pasal 135 dan Pasal 142 UU RI No 18 tahun 2012 tentang pangan, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Sementara itu hingga kini polisi masih memburu tiga tersangka lain.


(RRN)