Warga Tangerang Tewas dalam Ledakan di Surabaya

Hendrik Simorangkir    •    Senin, 14 May 2018 16:40 WIB
Teror Bom di Surabaya
Warga Tangerang Tewas dalam Ledakan di Surabaya
Suasana di rumah Legita Lim Gwat Ni di Poris, Tangerang, Senin 14 Mei 2018. Legita merupakan satu dari 14 korban yang tewas dalam ledakan di Surabaya, Minggu 13 Mei 2018, Medcom.id - Hendrik

Tangerang: Legita Lim Gwat Ni, merupakan satu dari 14 korban yang tewas dalam ledakan di Surabaya, Jawa Timur. Legita merupakan warga Kota Tangerang yang tengah berkunjung ke Surabaya.

Legita merupakan warga Perumahan Poris Indah, Kecamatan Cipondoh, Tangerang. Pantauan Medcom.id, rumah almarhum didatangi kerabat dan keluarga. Kunjungan terus berdatangan baik dari para biarawati ataupun pihak pengamanan TNI dan Polri.

Suami dari korban, Aan Teja mengatakan, istrinya satu dari korban saat berada di gereja Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya, Surabaya. Sang istri ada keperluan di Surabaya dan beribadah di gereja tersebut.

"Istri di Surabaya sudah satu minggu yang lalu untuk ikut pameran batik bersama temannya. Saat kejadian, istri saya mau ibadah, ternyata ada kejadian ini," ujar Aan yang juga sebagai Ketua RT, Senin 14 Mei 2018.

Lanjut pria yang telah dua periode menjabat sebagai ketua RT itu mengatakan, sempat panik adanya bom yang melanda tiga gereja tersebut. Kekhawatirannya timbul saat mendapatkan info bahwa istri melakukan ibadah pada gereja tersebut.

"Saat itu saya enggak tahu kalau istri saya menjadi korban. Baru tahu dapat info dari teman dia yang juga ikut pameran, baru saya panik. Saya telepon enggak bisa dan saya langsung menonton televisi dan pantau media online," jelasnya.

Tak dapati info akan keterangan sang istri, dua dari tiga anak korban berangkat menuju RS Bhayangkara Surabaya, Jawa Timur. Mereka bermaksud memastikan keberadaan ibu.

"Anak saya sudah dari jam 18.00 WIB kemarin, berangkat dan baru dapat info tadi siang ini kalau istri saya jadi korban. Saya belum tahu bagaimana kondisi jasadnya, karena masih diurus," katanya.

Tiga gereja yang menjadi sasaran teroris pada Minggu 13 Mei 2018, yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jalan Arjuno.



(RRN)