Koper Diduga Berisi Bom Hebohkan Warga

Daviq Umar Al Faruq    •    Rabu, 04 Jul 2018 09:22 WIB
Koper Diduga Berisi Bom Hebohkan Warga
Warga Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur dihebohkan dengan keberadaan koper hitam misterius yang tergeletak di Jalan Keben 2, tepatnya di depan tembok SMP Negeri 12 Kota Malang, Selasa 3 Juli 2018 malam.

Malang: Warga Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur dihebohkan dengan keberadaan koper hitam misterius yang tergeletak di Jalan Keben 2, tepatnya di depan tembok SMP Negeri 12 Kota Malang, Selasa 3 Juli 2018 malam.

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri mengatakan koper tersebut awalnya ditemukan sekitar pukul 20.10 WIB. Penemuan barang tak dikenal itu pertama kali dilaporkan oleh Sekretaris RW setempat, Rahman Chotfattahu kepada Polsek Sukun.

"Setelah seketaris lurah melaporkan ke Polsek Sukun, laporan kemudian diteruskan ke Polres Malang Kota yakni terkait penemuan koper yang diduga bom," katanya kepada awak media di sekitar lokasi kejadian.

Usai mendapatkan laporan, Polres Malang Kota pun langsung mengerahkan tim Jihandak, Inafis dan unit K-9 ke lokasi penemuan koper. Tim gabungan ini dikerahkan untuk mendeteksi dugaan benda berbahaya di dalam koper tersebut.

"Kami mengecek pada isi koper. Jangan sampai ada barang berbahaya. Saya perintahkan untuk pemeriksaan dengan metal detector dan unit K-9 untuk mengecek apakah ada bahan peledak," bebernya.

Pemeriksaan terhadap koper berlangsung sekitar dua jam. Selama pemeriksaan berlangsung lokasi tersebut pun ditutup dan dipasang dengan garis polisi. Masyarakat pun diimbau untuk menjauh demi keselamatan masing-masing.

Setelah dinyatakan aman dan tidak terdeteksi terdapat bahan peledak, koper mencurigakan itu kemudian dibuka. Saat dibuka, koper berisi kosong dan hanya terdapat selembar kertas kwitansi pembayaran.

"Saat ditemukan koper itu sedang terkunci. Untuk penyelidikan lebih lanjut, koper kita amankan dan dibawa ke Polres Malang Kota. Sejauh ini kita belum tahu apakah koper itu sengaja dibuang atau ada motif lain," pungkasnya.
(ALB)