Bocah Penderita Hidrosefalus Hidup dengan Selang di Kepala

Rahmatullah    •    Senin, 30 Apr 2018 17:10 WIB
kesehatan
Bocah Penderita Hidrosefalus Hidup dengan Selang di Kepala
Bocah penderita Hidrosefalus di Sumenep hidup dengan selang di kepala yang belum diganti karena orangtuanya terkendala biaya, Senin 30 April 2018, Medcom.id - Rahmatullah

Sumenep: Seorang bocah berusia 5 tahun di Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tak bisa bermain seperti anak seusianya. Lantaran menderita hidrosefalus, Rifqi Riyanto tak dapat bergerak dengan leluasa. Ia juga harus hidup dengan selang yang terhubung dari kepala ke perutnya.

Maimunah, 32, mengaku kondisi putranya itu terjadi sejak lahir pada 2012. Kepala Rifqi terus membesar. Rifqi kerap mengerang kesakitan.

Rifqi tak bisa berjalan. Kakinya yang kurus tak mampu menopang badan. Rifqi tak bisa berjalan seperti anak-anak di sekitar rumahnya.

Semasa Rifqi berusia 1 tahun, suami Maimunah pamit bekerja di Malaysia. Namun sejak itu pula Maimunah tak mendapat kabar dari sang suami.

Kemudian Maimunah merantau ke Bali untuk mencari nafkah dan uang untuk menyembuhkan putranya. Sedangkan Rifqi, ia titipkan pada kerabatnya.

"Harapan saya yaitu anak saya bisa sembuh dan normal seperti anak-anak lainnya," kata Maimunah ditemui di rumahnya di Dusun Parebban, Desa Bragung, Senin, 30 April 2018.

Maimunah pernah membawa Rifqi ke rumah sakit di Sumenep. Lalu Rofqi dirujuk ke rumah sakit di Surabaya. Barulah Maimunah mendapat informasi putranya menderita hidrosefalus.

Rifqi harus dioperasi untuk membuang cairan di otaknya. Waktu itu, Maimunah mendapat bantuan dari tetangga dan kerabatnya untuk membawa Rifqi ke Surabaya.

"Waktu itu, ada yang memberikan uang Rp5 juta. Uang itulah yang digunakan untuk bawa Rifqi ke Surabaya," tutur Mailah, saudara Maimunah.

Tim medis lalu memasangkan selang pada kepala Rifqi. Selang itu terhubung pada perut bocah tersebut. Alat itu berfungsi mengalirkan cairan otak ke saluran kemih, agar terbuang bersama aliran kemih.

Seharusnya, ujar Mailah, selang harus diganti saat Rifqy berusia dua tahun. Namun apa daya, Rifqi kini berusia lima tahun, selang itu belum juga diganti.

Sebab, ujar Mailah, keluarga tak memiliki banyak uang untuk membawa Rifqy ke Surabaya. Bagi Mailah dan Maimunah, biaya berobat dan ongkos ke Surabaya mahal. Sehingga, selang itu masih utuh di kepala Rifqy.

"Ada uang sedikit. Tapi di Surabaya mahal. Semoga ada yang mau membantu pengobatan keponakan saya," harap Mailah.


(RRN)